{"id":39988,"date":"2020-12-02T13:34:40","date_gmt":"2020-12-02T03:34:40","guid":{"rendered":"https:\/\/8theb8.com.au\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/"},"modified":"2021-05-31T16:41:57","modified_gmt":"2021-05-31T06:41:57","slug":"jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/","title":{"rendered":"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital &#8211; Kisah Studio Electronics"},"content":{"rendered":"<p>Synthesizer analog menempati tempat khusus di dunia musik. Sebagai synthesizer pertama yang banyak tersedia secara komersial, synthesizer analog telah menyediakan artis dan produser dengan sound dan rentang tone yang luar biasa selama beberapa dekade.<\/p>\n<p>Roland memiliki sejarah panjang dengan synthesizer analog. Dari pengaturan modular yang luar biasa seperti System-700, hingga klasik monofonik portabel <a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/roland-icon-series-sh-101-synthesizer\/\">seperti SH-101<\/a> dan ikon polifonik epic seperti <a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/roland-icon-series-the-jupiter-8-synthesizer\/\">Jupiter-8<\/a> <a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/roland-icon-series-juno-106-synthesizer\/\">dan Juno-106, <\/a>synthesizer analog Roland dapat didengar di 4 dekade musik dan sampai sekarang.<\/p>\n<p>Tambahan terbaru untuk keluarga synth analog Roland adalah Se-02 Analog Synthesizer. Dirancang bekerja sama dengan Studio Electronics, <a href=\"https:\/\/www.rolandcorp.com.au\/products\/se-02\/\">SE-02<\/a> adalah modul synth <a href=\"https:\/\/www.rolandcorp.com.au\/categories\/synthesizers\/analog_modeling\/\">baru berukuran Butik, <\/a>monofonik, all analog dengan manfaat kontrol digital.<\/p>\n<p>Ini termasuk MIDI, USB, Delay (yang memiliki opsi bypass), Step Sequencer yang sangat kuat dan penyimpanan patch.<\/p>\n<p>Sebagai synthesizer all-analog pertama Roland sejak <a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/roland-synth-chronicle-1973-2014\/\">JX-10 kembali<\/a> pada tahun 1986, SE-02 tentu saja merupakan produk baru yang sangat dinantikan.<\/p>\n<p>Tapi Anda mungkin bertanya-tanya, siapa Studio Electronics?<\/p>\n<p><em><span style=\"color: #ff6600;\">Kontribusi Byron Struck untuk Roland Australia Blog<\/span><\/em><\/p>\n<h2>SIAPA ITU STUDIO ELECTRONICS DAN APA YANG MEREKA LAKUKAN?<\/h2>\n<p>Studio Electronics adalah perusahaan Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 1981 di California. Perusahaan memulai operasinya sebagai pengganti \/ suku cadang \/ service modifikasi untuk synthesizer analog, tetapi hari ini, perusahaan ini dianggap sebagai salah satu produsen synthesizer analog butik terbaik di dunia.<\/p>\n<p>Val St. Regis dan Tim Caswell dari Studio Electronics menghabiskan bertahun-tahun untuk mengkaji detail halus dari banyak synth analog klasik. Proses menganalisis setiap komponen synth analog terkenal ini memberi mereka wawasan khusus tentang apa yang membuat instrumen tertentu begitu dikenali.<\/p>\n<p>Mereka berhasil mengetahui keunikan design dan interaksi rangkaian mana yang menciptakan nuansa yang disukai orang. Pada waktunya, analisis mereka secara alami menuntun mereka untuk mengembangkan instrumen mereka sendiri.<\/p>\n<p>Instrumen yang mereka buat menggabungkan yang terbaik dengan yang terbaik dari desain synth analog klasik. Beberapa produk mereka bahkan menemukan jalan mereka ke studio dan setup live dari banyak artis terkenal, termasuk Daft Punk, Fatboy Slim, Junkie XL, Hans Zimmer, Keith Emerson, OutKast, Dr. Dre, Depeche Mode dan Jean-Michael Jarre.<\/p>\n<figure id=\"attachment_36240\" aria-describedby=\"caption-attachment-36240\" style=\"width: 513px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-36240 size-full\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Thomas.png\" alt=\"Omega 8\" width=\"513\" height=\"215\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Thomas.png 513w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Thomas-300x126.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Thomas-20x8.png 20w\" sizes=\"(max-width: 513px) 100vw, 513px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36240\" class=\"wp-caption-text\"><em><span style=\"font-size: 12px;\">Seri Tanda Tangan <a href=\"http:\/\/www.studioelectronics.com\/products\/synths\/custom\/\">Omega 8 studio Electronics,<\/a>disesuaikan untuk Thomas Bangalter (Daft Punk).<\/span><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_36241\" aria-describedby=\"caption-attachment-36241\" style=\"width: 513px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-36241 size-full\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Fred.png\" alt=\"Omega 8\" width=\"513\" height=\"215\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Fred.png 513w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Fred-300x126.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8_Fred-20x8.png 20w\" sizes=\"(max-width: 513px) 100vw, 513px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36241\" class=\"wp-caption-text\"><em><span style=\"font-size: 12px;\"><a href=\"http:\/\/www.studioelectronics.com\/products\/synths\/custom\/\">Omega 8 Signature Series,<\/a>disesuaikan untuk Fred Falke.<\/span><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Menggunakan circuit board, komponen, dan elemen lain yang sama dengan instrumen yang menginspirasi mereka, synthesizer berkualitas tinggi dan bersuara akurat Studio Electronics memberikan penghormatan kepada synthesizer analog Amerika yang brilian pada tahun 70-an dan 80-an.<\/p>\n<p>Rilisan andalan mereka, yang masih menjadi salah satu produk mereka yang paling terkenal, adalah SE-1. Ruang rak ganda, monofonik, modul synth analog dengan suara synthesizer American East Coast klasik, SE-1 dulunya (dan masih) merupakan monolit kekuatan synthesizer analog.<\/p>\n<p>Ideal untuk musik yang menjadi semakin mandiri bass selama tahun 1990-an, kekuatan bass low-end SE-1 yang besar menjadi dimasukkan ke dalam gaya musik Hip-Hop, Dance, dan Electronic di berbagai sub-genre. Pengguna terkenal SE-1 termasuk Fatboy Slim dan Dr. Dre.<\/p>\n<div class=\"ast-oembed-container \" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"One Bassline, Different Synths - Studio Time: S2E7\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/AdwHCtpjn3A?start=38&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p>Dengan penyimpanan memori patch besar, 24 kenop, 21 sakelar, tampilan layar LED, suara filter yang jelas dan kontrol MIDI penuh atas banyak parameternya, SE-1 adalah hit dengan produser dan artis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_36242\" aria-describedby=\"caption-attachment-36242\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-36242\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-1X.png\" alt=\"SE-1X\" width=\"700\" height=\"201\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-1X.png 755w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-1X-300x86.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-1X-20x6.png 20w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36242\" class=\"wp-caption-text\"><em><span style=\"font-size: 12px;\">Studio Electronics SE-1X, inkarnasi terbaru dari SE-1 klasik.<\/span><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Roland\/Studio Electronics SE-02 adalah keturunan langsung dari SE-1, mengambil suara synthesizer analog American East Coast klasik dan mengirimkannya dalam format Butik yang nyaman dan portabel.<\/p>\n<p>Dari sudut pengetahuan dan pengalaman Studio Electronics dengan synthesizer American East Coast, Roland sangat bersemangat untuk memasukkan visi baru ke dalam suara ikonik ini dan untuk melihat di mana artis, musisi, produser, dan pengguna lain dapat mengambilnya! SE-02 adalah hasil, atau sintesis, dari dua visi.<\/p>\n<h2>APA LAGI YANG DIBUAT STUDIO ELECTRONICS?<\/h2>\n<p>Setelah bertahun-tahun mengalami dan eksplorasi synthesizer, pendiri Studio Electronics tetap yakin bahwa salah satu faktor utama yang memberikan synth klasik nada unik mereka adalah filter yang masing-masing digunakan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, pendekatan Studio Electronics untuk menggabungkan &#8220;terbaik dari yang terbaik&#8221; telah membuat mereka membuat beberapa synthesizer analog terbaik yang tersedia saat ini.<br \/>\nBeberapa instrumen Studio Electronics meliputi yang berikut:<\/p>\n<p><strong>Tonestar<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-36243\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tonestar.png\" alt=\"Bintang nada\" width=\"395\" height=\"357\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tonestar.png 395w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tonestar-300x271.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Tonestar-20x18.png 20w\" sizes=\"(max-width: 395px) 100vw, 395px\" \/><\/p>\n<p>Tonestar adalah synthesizer modular yang terinspirasi oleh ARP 2600 yang legendaris. Menggabungkan sirkuit synthesizer ARP, Oberheim, dan Moog, pada dasarnya menjadi &#8220;hits terbesar&#8221; dari synthesizer klasik Amerika.<\/p>\n<p>Tonestar dan Roland memiliki koneksi bersama &#8211; filter &#8220;Juno to Jupiter&#8221; yang dimasukkan ke dalam Tonestar 8106 didasarkan pada chip Roland IR3109, yang membentuk dasar untuk modul filter pada synthesizer Roland Jupiter dan Juno.<\/p>\n<div class=\"ast-oembed-container \" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"Tonestar 2600 - Full Tutorial by Chris Morgan\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rFFN8S3FUMQ?list=PL0iP3aqRI01BThZZvRn_co8rHhRRFbxQj\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><strong>Boomstar<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-36244\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Boomstar.png\" alt=\"Boomstar\" width=\"460\" height=\"368\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Boomstar.png 460w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Boomstar-300x240.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Boomstar-20x16.png 20w\" sizes=\"(max-width: 460px) 100vw, 460px\" \/><br \/>\nBoomstars adalah synthesizer desktop Studio Electronics. Sekarang juga tersedia dalam komponen modular Eurorack atau sebagai modul mandiri, Boomstars melambangkan daya mentah dan kemurnian sirkuit analog diskrit.<\/p>\n<p>Boomstar tersedia dalam 6 model. Setiap model memiliki filter berbeda yang terinspirasi oleh synthesizer klasik, termasuk Yamaha CS-80, MiniKORG, Moog klasik, ARP 2600, Oberheim SEM atau Roland TB-303 kami sendiri.<\/p>\n<div class=\"ast-oembed-container \" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"Boomstar SE80 Demo\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_eUnxrOOuvU?list=PL0iP3aqRI01D7DdNLseDJMlVFukiOhWsG\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><strong>Omega 8<\/strong><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-36245\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8.png\" alt=\"Omega 8\" width=\"499\" height=\"191\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8.png 499w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8-300x115.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Omega8-20x8.png 20w\" sizes=\"(max-width: 499px) 100vw, 499px\" \/><br \/>\nStudio Electronics menggambarkan Omega 8 sebagai &#8220;sirkuit delapan suara, diskrit, multi-timbral, stereo, multi-filter, arpeggiating, bebas DSP, Analog Dream Machine.&#8221;<\/p>\n<p>Salah satu synthesizer analog paling kuat yang tersedia saat ini, Omega 8 mampu menghasilkan suara yang mengagumkam untuk hampir semua langgam musik.<\/p>\n<p>Jika Anda penggemar sci-fi, perhatikan Orion Galaxy Omega 8 &#8211; Omega 8 yang terinspirasi oleh film klasik Stanley Kubrick, <em>2001: A Space Odyssey!<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-36246\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Orion-Galaxy-Omega-8-.png\" alt=\"Orion Galaxy Omega 8 \" width=\"500\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Orion-Galaxy-Omega-8-.png 500w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Orion-Galaxy-Omega-8--300x202.png 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Orion-Galaxy-Omega-8--20x13.png 20w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/p>\n<h2>APA YANG KEKUATAN ANALOG VISION STUDIO ELECTRONICS?<\/h2>\n<p>Keberhasilan Studio Electronics terletak pada perhatiannya yang cermat terhadap detail dan puluhan tahun uji coba komponen sirkuit yang cermat untuk mencapai suara yang diinginkan.<br \/>\nAkhir-akhir ini, kami telah melihat tren di komunitas synth produsen yang menciptakan kembali synthesizer analog klasik.<\/p>\n<p>Meskipun ini mungkin tampak seperti ide baru, kebenarannya adalah bahwa hanya mengikuti skematik dengan komponen yang serupa atau bahkan lebih rendah ke mesin asli yang didasarkan pada instrumen bukanlah penciptaan kembali seperti aslinya. Klasik adalah klasik karena suatu alasan dan merupakan jumlah bagiannya.<\/p>\n<p>Komitmen Studio Electronics terhadap kualitas, desain, sirkuit, komponen, dan inovasi yang ditemukan dalam instrumen klasik Amerika adalah apa yang membuat mereka menjadi perusahaan butik kelas atas yang sangat dihormati di dunia synthesizer.<\/p>\n<div class=\"ast-oembed-container \" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"Roland Boutique SE 02 Analog Synthesizer Designed by Studio Electronics\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Eqk027JQWKE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p>Kekayaan pengetahuan dan pengalaman yang telah diakumulasikan Studio Electronics selama beberapa dekade pada pekerjaan langsung dengan synthesizer analog memastikan bahwa SE-02 memiliki suara dan kekuatan suara synthesizer Amerika tercinta.<\/p>\n<p>Pengalaman panjang Roland dengan desain synthesizer, baik digital maupun analog, membawa kegunaan intuitif pada instrumen, menjadikannya ideal untuk pertunjukan langsung. Tidak diragukan lagi pengalaman yang diakumulasikan oleh kedua perusahaan di bidang sintesis audio elektronik yang membuat kolaborasi SE-02 semakin seru.<\/p>\n<p>Sebelumnya, kami menyebutkan bahwa SE-02 berisi sequencer 16 langkah berfisain lengkap, desain baru, dan 16 langkah. Penambahan sequencer dinamis ini menjaga performa, kolaborasi, sketsa lagu, dan kegunaan di garis depan desain SE-02.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-36247\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-02_front.jpg\" alt=\"Depan SE-02\" width=\"750\" height=\"130\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-02_front.jpg 750w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-02_front-300x52.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/SE-02_front-20x3.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p>Fitur sequencer:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>PATCH MODE<\/strong><br \/>\n&#8211; 512 Preset: 128 x 4 bank (3 preset, 1 pengguna).<\/li>\n<li><strong>SEQ MODE<\/strong><br \/>\n&#8211; Pola 128 x 16 langkah dapat disimpan.<br \/>\n&#8211; CATATAN, GATE, dan GLIDE per langkah.<br \/>\n&#8211; Parameter synth variabel dapat direkam dengan irama.<br \/>\n&#8211; Fitur kinerja acak, skala, arah, langkah pertama \/ terakhir.<\/li>\n<li><strong>MODE LAGU<\/strong><br \/>\n&#8211; SEBUAH LAGU terdiri dari 16 BAGIAN. Setiap BAGIAN terdiri dari PATCH, POLA, dan x jumlah PENGULANGAN.<br \/>\n&#8211; Ada 16 LAGU yang tersedia untuk disimpan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Studio Electronics dan Roland sangat senang membawa suara sintesis American East Coast ke format Boutique, serta memperkenalkannya sebagai produk debut dari seri Roland Boutique Designer baru. Kami harap Anda menikmati menggunakannya sebanyak dua perusahaan kami menikmati menciptakannya!<\/p>\n<p>Cari tahu lebih lanjut tentang <a href=\"http:\/\/www.studioelectronics.com\/\">Studio Electronics di<\/a> sini dan pelajari lebih lanjut tentang <a href=\"https:\/\/www.rolandcorp.com.au\/products\/se-02\/\">Synthesizer Analog SE-02 di sini.<\/a><\/p>\n<h2>Artikel Terkait<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/roland-synth-chronicle-1973-2014\/\">ROLAND SYNTH CHRONICLE: 1973 \u2013 2014<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/sintesis-mempelajari-bahasa-suara\/\">SINTESIS: MEMPELAJARI BAHASA SOUND<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/panduan-pemula-untuk-sintesis-subtrung\/\">PANDUAN PEMULA UNTUK SINTESIS SUBTRAKTIF<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/a-to-z-dari-istilah-synthesizer\/\">A-TO-Z DARI ISTILAH SYNTHESIZER<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/synthwave-sci-fi-dan-desain-suara\/\">SYNTHWAVE, SCI FI DAN SOUND DESIGN<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/7-tutorial-synth-penting\/\">7 TUTORIAL SYNTH PENTING<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/tutorial-synth-penting-bagian-2\/\">TUTORIAL SYNTH PENTING: BAGIAN 2<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/dari-studio-ke-panggung-panduan-musisi-elektronik-untuk-gigging\/\">DARI STUDIO KE PANGGUNG: PANDUAN MUSISI ELEKTRONIK UNTUK GIGGING<\/a><\/p>\n<h2>Produk Terkait<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.rolandcorp.com.au\/products\/se-02\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-36249\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/related-products-se-02.jpg\" alt=\"SE-02\" width=\"720\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/related-products-se-02.jpg 720w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/related-products-se-02-300x107.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/related-products-se-02-20x7.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Synthesizer analog menempati tempat khusus di dunia musik. Sebagai synthesizer pertama yang banyak tersedia secara komersial, synthesizer analog telah menyediakan artis dan produser dengan sound [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":36248,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[9600,9601],"tags":[195,872,1242,235,1239,23,1238,1241,1237,133,1236,28,1240],"class_list":["post-39988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-views","category-product-guides-id","tag-analog","tag-analog-synth","tag-behringer-model-d","tag-digital","tag-east-coast-synthesis","tag-eurorack","tag-korg","tag-modular-synth","tag-moog","tag-roland","tag-studio-electronics","tag-synthesizer","tag-west-coast-synthesis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v21.5 (Yoast SEO v26.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital - The Studio Electronics Story - Roland Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jantung Analog Dalam Dunia Digital yang Berani - Kisah Studio Electronics\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang menarik dengan Roland!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Roland Indonesia Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-02T03:34:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-05-31T06:41:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/FB_SE-02.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Guest Blogger\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Jantung Analog Dalam Dunia Digital yang Berani - Kisah Studio Electronics\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang menarik dengan Roland!\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Roland_AUS\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@Roland_AUS\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Guest Blogger\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\"},\"author\":{\"name\":\"Guest Blogger\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728\"},\"headline\":\"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital &#8211; Kisah Studio Electronics\",\"datePublished\":\"2020-12-02T03:34:40+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-31T06:41:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\"},\"wordCount\":1263,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg\",\"keywords\":[\"analog\",\"analog synth\",\"Behringer Model D\",\"digital\",\"East Coast Synthesis\",\"eurorack\",\"Korg\",\"Modular Synth\",\"Moog\",\"Roland\",\"Studio Electronics\",\"Synthesizer\",\"West Coast Synthesis\"],\"articleSection\":[\"News &amp; Views\",\"Product Guides\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\",\"name\":\"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital - The Studio Electronics Story - Roland Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-02T03:34:40+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-31T06:41:57+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg\",\"width\":720,\"height\":720,\"caption\":\"SE-02\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/rumah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital &#8211; Kisah Studio Electronics\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Roland Indonesia Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Roland Australia\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg\",\"width\":800,\"height\":276,\"caption\":\"Roland Australia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS\",\"https:\/\/x.com\/Roland_AUS\",\"https:\/\/instagram.com\/roland_aus\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/RolandcorpAUS\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728\",\"name\":\"Guest Blogger\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Guest Blogger\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital - The Studio Electronics Story - Roland Indonesia","description":"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jantung Analog Dalam Dunia Digital yang Berani - Kisah Studio Electronics","og_description":"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang menarik dengan Roland!","og_url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/","og_site_name":"Roland Indonesia Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS","article_published_time":"2020-12-02T03:34:40+00:00","article_modified_time":"2021-05-31T06:41:57+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/FB_SE-02.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Guest Blogger","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Jantung Analog Dalam Dunia Digital yang Berani - Kisah Studio Electronics","twitter_description":"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang menarik dengan Roland!","twitter_creator":"@Roland_AUS","twitter_site":"@Roland_AUS","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Guest Blogger","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/"},"author":{"name":"Guest Blogger","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728"},"headline":"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital &#8211; Kisah Studio Electronics","datePublished":"2020-12-02T03:34:40+00:00","dateModified":"2021-05-31T06:41:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/"},"wordCount":1263,"publisher":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg","keywords":["analog","analog synth","Behringer Model D","digital","East Coast Synthesis","eurorack","Korg","Modular Synth","Moog","Roland","Studio Electronics","Synthesizer","West Coast Synthesis"],"articleSection":["News &amp; Views","Product Guides"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/","name":"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital - The Studio Electronics Story - Roland Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg","datePublished":"2020-12-02T03:34:40+00:00","dateModified":"2021-05-31T06:41:57+00:00","description":"Dalam artikel ini, temui pakar synth butik Studio Electronics dan pelajari lebih lanjut tentang kolaborasi Synthesizer Analog SE-02 baru yang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#primaryimage","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg","contentUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/se02_feature.jpg","width":720,"height":720,"caption":"SE-02"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/jantung-analog-dalam-dunia-digital-yang-berani-kisah-studio-electronics\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/rumah\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jiwa Analog Dalam Kentalnya Dunia Digital &#8211; Kisah Studio Electronics"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/","name":"Roland Indonesia Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization","name":"Roland Australia","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg","contentUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg","width":800,"height":276,"caption":"Roland Australia"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS","https:\/\/x.com\/Roland_AUS","https:\/\/instagram.com\/roland_aus\/","https:\/\/www.youtube.com\/user\/RolandcorpAUS"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728","name":"Guest Blogger","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g","caption":"Guest Blogger"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39988"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51674,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39988\/revisions\/51674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}