{"id":40189,"date":"2020-12-02T15:45:09","date_gmt":"2020-12-02T05:45:09","guid":{"rendered":"https:\/\/8theb8.com.au\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/"},"modified":"2021-01-18T16:00:46","modified_gmt":"2021-01-18T05:00:46","slug":"apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/","title":{"rendered":"Apa perbedaan antara MIDI dan AUDIO?"},"content":{"rendered":"<p>MIDI adalah salah satu aspek paling serbaguna dan bermanfaatdalam pembuatan musik modern dan juga salah satu yang paling banyak disalahpahami. Hadir dalam berbagai bentuk instrumen, modul, perangkat, dan peralatan musik hingga hari ini, MIDI adalah sebuah pengubah permainan sejati. MIDI diluncurkan pada awal 1980-an yang memungkinkan berbagai merek dan model peralatan musik untuk berkomunikasi.<br \/>\nMeskipun sama sekali berbeda dari audio dan suara, MIDI dapat membuat tim yang hebat ketika digunakan secara bersama-sama. Mari Kita periksa perbedaan antara MIDI dan AUDIO!<\/p>\n<p><em><span style=\"color: #ff6600;\">Dikontribusikan oleh Simon Ayton untuk Perusahaan Roland Australia<\/span><\/em><\/p>\n<h2 id=\"top\"><strong>INDEX<\/strong><\/h2>\n<p><a href=\"#sec1\">MIDI Versus Audio<\/a><br \/>\n<a href=\"#sec2\">Audio atau MIDI? \u2013 Kenapa tidak menggunakan keduanya!<\/a><br \/>\n<a href=\"#sec3\">Bagaimana cara MIDI bekerja?<\/a><br \/>\n<a href=\"#sec4\">Seperti apa tampilan data MIDI?<\/a><br \/>\n<a href=\"&quot;#sec5\u201d\">KUMPULAN FAKTA MIDI <\/a><br \/>\n<a href=\"&quot;#sec6\u201d\">Seperti apa bunyi MIDI itu?<\/a><br \/>\n<a href=\"&quot;#sec7\u201d\">Merekam sebuah pertunjukkan MIDI<\/a><br \/>\n<a href=\"&quot;#sec8\u201d\">Merekam audio dari pertunjukkan MIDI Anda<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec1\">MIDI Versus Audio<\/h2>\n<p>Sejak penemuannya pada awal 1980-an, Musical Instrument Digital Interface (MIDI) telah menjadi salah satu inovasi teknis yang paling sukses tetapi juga disalahpahami dalam sejarah alat musik.<\/p>\n<p>MIDI diperkenalkan ke dunia musik berkat visi penciptanya \u2013 pendiri Roland, Ikutaro Kakehashi, pendiri Oberheim Electronics, Tom Oberheim dan pendiri Sequential Circuits,Dave Smith. Anda dapat mempelajari asal-usulnya lebih lanjut melalui perancang suara Roland, Adrian Scott di sini:<\/p>\n<div class=\"ast-oembed-container \" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"Roland Interviews: Adrian Scott - The Story of Midi\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/NJxSrvl2EIQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p>Komponen ini memungkinkan alat musik dari berbagai perusahaan yang berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain untuk pertama kalinya secara digital, melalui bahasa umum berupa angka. Menyadari potensinya yang sangat besar, produsen lain segera datang bergabung untuk membentuk aliansi standar MIDI, yang berlanjut hingga hari ini.<\/p>\n<p>Revolusi dalam komunikasi ini memungkinkan para pengguna untuk secara bebas memadukan musik yang disesuaikan dengan berbagai merek dan instrumen. Hampir semua alat musik,yang mencakup mesin drum, sampler, synthesizer, unit efek dan bahkan mixing controllerdilengkapi dengan konektor IN, OUT, dan THRU konektor DIN lima pin seperti yang sudah akrab didengar saat ini.<\/p>\n<p>Selain melengkapi berbagai peralatan musik konektivitas MIDI, seluruh industri komputer dan piranti lunak juga ikut bergabung dengan tujuan dapat merekam dan mengedit musik secara cepat dan kreatif. Bagi sebagian orang, bagaimana cara dan kapan menggunakan MIDI tersebut masih menyisakan sedikit misteri.<\/p>\n<p>Banyak synthesizer, mesin drum, modul V-Drums, dan instrumen elektronik lainnya memiliki output MIDI dan output audio untuk merekam mahakarya musik Anda. Namun, mana yang harus Anda gunakan? Mari kita jelajahi kedua opsi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Back to top<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec2\">Audio atau MIDI? &#8211; Mengapa tidak menggunakan keduanya?<\/h2>\n<p>Jika Anda bingung, mungkin akan sangat membantu bila memikirkan perbedaannya sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong><em>&#8220;Perekaman audio adalah tentang merekamsuara dari pertunjukkan secara aktual.&#8221;<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>&#8220;Perekaman MIDI atau \u2018sequencing\u2019adalah tentang merekam not-not musik aktual dari pertunjukkan yang ada.&#8221;<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Audio stereo seperti sebuah kue panggang. Tidak mungkin untuk dapat menghilangkan gula atau tepung, juga tidak mungkin untuk dapat menghapus beberapa suara spesifik, nada, atau instrumen tertentu setelah muncul dalam rekaman. Tentu saja, Anda dapat menerapkan filter atau audio EQ dengan cukup drastis (DJ melakukan hal ini secara rutin).Namun, semua elemen yang direkam masih akan hadir dalam audio secara sonik sampai tingkatan tertentu.<\/p>\n<p>Rekaman MIDI, di sisi lain, seperti memiliki akses ke resep kue selama pengembangan komposisi. Rekaman ini mengizinkan Anda untuk mengubah ini, menghapus itu,serta memodifikasi segala sesuatu dari bahan kandungannya \u2013 mencicipinya saat Anda pergi.<\/p>\n<p>MIDI secara efektif berupa rekaman multi-note dan multi-channel untuk para musisi dan komposer.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Kembali ke Atas<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec3\">Apa itu MIDI dan bagaimana cara kerjanya?<\/h2>\n<p>MIDI sendiri tidak bersuara. Sebagai gantinya, nomor not aktual, panjang not, dan kecepatan not-not musik dikirim ke instrumen yang dilengkapi MIDI melalui saluran MIDI tertentu.<\/p>\n<p>Saluran\/kanaltersebut merupakan salah satu perangkat yang mengirimkan data MIDI,kemudian diterima oleh instrumen yang dilengkapi MIDI atas data yang telah disepakati bersama, yaitu Kanal 1. Instrumen tersebut kemudian menghasilkan suara yang ditugaskan ke saluran itu, yakni,jika itu synthesizer maka itu bisa menjadi suara piano atau suara senar.<\/p>\n<p>Informasi MIDI dapat dikirimkan sebagai not-not musik dan data. Ini juga dapat digunakan untuk mengontrol patch atau nomor program dari perangkat jenis apapun yang dilengkapi MIDI.<\/p>\n<p>Data lain yang dikirim melalui MIDI mencakup informasi untuk mengontrol volume, pan (penentuan posisi suara), dan pesan-pesan pengubahan program, untuk mengalihkan suara atau peralatan musik.<\/p>\n<p>Ini bahkan memungkinkan untuk menyimpan semua informasi yang berkaitan dengan konfigurasi instrumen MIDI itu sendiri. Data ini adalah informasi &#8216;Eksklusif Sistem&#8217;.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-35085\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiomidi.jpg\" alt=\"MIDI\" width=\"800\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiomidi.jpg 800w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiomidi-300x75.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiomidi-20x5.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Kembali ke Atas<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec4\">What does MIDI data look like?<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-35082\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/td-11_side_gal.jpg\" alt=\"TD-11\" width=\"800\" height=\"369\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/td-11_side_gal.jpg 800w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/td-11_side_gal-300x138.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/td-11_side_gal-20x9.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Sebuah not musik khusus dari data yang direkam dari sebuah drum tendangan elektronik mungkin terlihat seperti ini di editor sequencer Anda:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-35083\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/reaperscreen.jpg\" alt=\"reaper screen\" width=\"433\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/reaperscreen.jpg 433w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/reaperscreen-300x264.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/reaperscreen-20x18.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 433px) 100vw, 433px\" \/><\/p>\n<p>Di sini Anda akan melihat bahwa pertunjukan drum tendangan pada kenyataannya adalah not nomor 036, yang juga merupakan not musik C2. Ini memiliki kecepatan 96 padakanal 10, pada ketukan pertama bar 1.<\/p>\n<p>Lihat lagi, Anda akan melihat bahwa &#8216;Panjang&#8217; not tersebut sangat pendek dan tidak ada nilai yang ditunjukkan dalam kotak &#8216;Off velocity&#8217;. Hal ini dikarenakan suara perkusi adalah pukulan tunggal dan berlangsung instan, dibanding not-not musik yang dihasilkan dari keyboard.<\/p>\n<p>Tulisan &#8216;note on\u2019adalah informasi penting untuk perkusi. Di situlah generator suara menentukan panjang suara, bergantung pada seberapa keras not itu dimainkan. Sebagai contoh, pukulan simbal yang cepat dan keras dengan nilai 100 akan secara alami dipertahankan lebih lama dibanding pukulan lembut dengan kecepatan 10.<\/p>\n<h2 id=\"sec5\">KUMPULAN FAKTA TENTANG MIDI<\/h2>\n<p>*Ini ditemukan pada tahun 1981 dan distandarisasi pada tahun 1983.<\/p>\n<p>*MIDI mengirimkan data ke 16 kanal.<\/p>\n<p>*Ini menggunakan 128 angka berbeda yang mewakili C0 hingga C9 dalam skala musik dengan nilai kecepatan mulai dari 0 hingga 127.<\/p>\n<p>*Data memerlukan sound engine (mesin suara) atau plug-in piranti lunak untuk menghasilkan suara.<\/p>\n<p>* Suara bisa berjenis apa saja \u2013dari sampel dunia nyata atau sampel instrumen akustik hingga suara sintetis yang dihasilkan oleh synthesizer.<\/p>\n<p>*Not-not MIDI dapat memainkan semua jenis instrumen MIDI, di kanal manapun, terlepas dari informasi not asli, produsen, atau bahkan jenis instrumen penerima data.<\/p>\n<p>* Data membutuhkan lebih sedikit ruang penyimpanan dan sumber daya sistem dibandingkan audio, sehingga menjadi lebih cepat dan lebih mudah untuk dikirimkan melalui email.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Kembali ke Atas<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec6\">Terdengar seperti apa suara yang dihasilkan MIDI?<\/h2>\n<p>Anda dapat menggunakan instrumen MIDI apapun sebagai destinasi generator suara untuk data MIDI. Sebuah piranti lunak sumber suara di dalam program DAW Anda juga dapat menghasilkan suara.<\/p>\n<p>Banyak program software-sequencing (piranti lunak untuk membuat sekuensial musik) memiliki perpustakaan suara mereka sendiri yang dapat Anda gunakan untuk not-not MIDI Anda. Tersedia juga banyak plug-inpiranti lunak yang berbeda yang dirancang khusus untuk bekerja dengan MIDI.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Kembali ke Atas<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec7\">Merekam sebuah pertunjukkan MIDI<\/h2>\n<p>Jika instrumen Anda memiliki sebuah output MIDI konvensional, Anda akan memerlukan sebuah antarmuka MIDI-to-USB untuk merekam not-not MIDI ke komputer Anda.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-35084\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/um-one_mk2.jpg\" alt=\"UM-ONE mk2\" width=\"800\" height=\"388\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/um-one_mk2.jpg 800w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/um-one_mk2-300x146.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/um-one_mk2-20x10.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Setelah komputer mengenali antarmuka MIDI Anda, Anda akan menemukannya sebagai opsi input dan output pada pengaturan port MIDI pada program Anda.<\/p>\n<p>Anda dapat merekam instrumen MIDI konvensional ke MAC atau PC Anda melalui USB dengan menggunakan sebuah <a href=\"https:\/\/www.roland.com\/au\/products\/um-one_mk2\/\"> UM-ONE MKII<\/a>.<\/p>\n<p>Anda bahkan dapat menggunakannya bersama perangkat iOS seperti iPod atau iPhone melalui camera connect kit (peralatan koneksi kamera) Apple.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Kembali ke Atas<\/a><\/p>\n<h2 id=\"sec8\">Merekam audio dari pertunjukkan MIDI Anda<\/h2>\n<p>Setelah mengedit pertunjukkan MIDIAnda, Anda kemudian dapat merekam suara instrumen MIDI pilihan Anda sebagai audio.<\/p>\n<p>Lakukan langkah ini untuk menggabungkan suara instrumen yang dihasilkan dari pertunjukkan MIDI bersama trek audio lainnya, seperti suara dan gitar akustik untuk menciptakan sebuah paduan stereo akhir yang dapat didengarkanoleh siapapun.<\/p>\n<p>Jika sebuah plug-indari piranti lunak sekuensial sedang menciptakan suara Anda, cukup pilih suara Anda selama mix-down akhir. Itu dilakukan setelah Anda merekam bagian instrumen lainnya. Pilihan lain yaitu melakukan versi alternatif dari musik paduan dengan cukup mengubah suara sebelum melakukan setiap mix down.<\/p>\n<p>Anda dapat memutuskan suara favorit Anda nanti atau bahkan memotong di antara mereka. Anda mungkin ingin memilih suara yang berbeda untuk bagian bait dan refrain lagu. Semuanya mungkin!<\/p>\n<p>Singkat kata, Anda dapat menyimpan rekaman MIDI Anda yang asli dan kembali ke rekaman tersebut kapan saja! Dengan cara ini, Anda dapat merekam kembali sebuah audio baru untuk proses remix (memadukan ulang musik).<\/p>\n<p>Dengan menggunakan fitur kuantisasi yang sering ditemukan dalam piranti lunak sekuensial, Anda bahkan dapat memperbaiki timing (waktu perekaman) MIDI Anda. Secara alternatif, Anda dapat menggunakannya kembali dengan tujuan berbeda untuk digunakan dalam bagian musik lainnya dengan tempo, nuansa, dan keunikan waktu yang sama sekali berbeda.<\/p>\n<p>Jadi sekarang, Anda sudah mengetahui perbedaan antara MIDI dan audio serta memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana cara Anda dapat membuat mereka bekerja untuk musik Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><a style=\"color: #f15a22;\" href=\"#TOP\">Kembali ke Atas<\/a><\/p>\n<h2>Kumpulan Artikel Terkait<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/produksi-musik-komputer-untuk-pemula-bagian-1-yang-penting\/\">PRODUKSI MUSIK KOMPUTER UNTUK PEMULA BAGIAN 1: PENGETAHUAN ESENSIAL<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/a-z-rekaman\/\">REKAMAN MUSIK DARI A-Z<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/produksi-musik-komputer-untuk-pemula-bagian-2-rekaman-dan-komposisi\/\">PRODUKSI MUSIK KOMPUTER UNTUK PEMULA BAGIAN 2: PEREKAMAN DAN KOMPOSISI<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/10-cara-yang-dijamin-cepat-tingkatkan-produksi-musik-anda\/\">10 CARA YANG DIJAMIN DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI MUSIK ANDA DENGAN CEPAT<\/a><br \/>\n<a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/produksi-musik-komputer-untuk-pemula-bagian-3-pencampuran\/\">PRODUKSI MUSIK KOMPUTER UNTUK PEMULA BAGIAN 3: PEMADUAN MUSIK<\/a><\/p>\n<h2>Produk-produk Terkait<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.rolandcorp.com.au\/products\/um-one_mk2\/\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-34318\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/related-products-umonemk2.jpg\" alt=\"UM-ONE mk2\" width=\"720\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/related-products-umonemk2.jpg 720w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/related-products-umonemk2-300x107.jpg 300w, https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/related-products-umonemk2-20x7.jpg 20w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MIDI adalah salah satu aspek paling serbaguna dan bermanfaatdalam pembuatan musik modern dan juga salah satu yang paling banyak disalahpahami. Hadir dalam berbagai bentuk instrumen, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":35086,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[9602],"tags":[7592,7599,7606],"class_list":["post-40189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-how-to-articles-id","tag-d_learn","tag-d_range","tag-d_recording"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v21.5 (Yoast SEO v26.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Memahami perbedaannya - MIDI vs AUDIO - Roland Australia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari kita periksa apa itu MIDI, apa yang dapat dilakukannya dan bagaimana komponenitu benar-benar berbeda untuk audio dan suara. Namun, mengapa mereka berduamenjadi tim yang hebat ketika digunakan bersama-sama.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"MIDI VS Audio\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kami memeriksa bagaimana MIDI dan audio dapat menciptakan hasil yang luar biasa ketika digunakan bersama-sama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Roland Indonesia Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-02T05:45:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-01-18T05:00:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/FB_audiovsmidi.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Guest Blogger\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"MIDI VS Audio\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Kami memeriksa bagaimana MIDI dan audio dapat menciptakan hasil yang luar biasa ketika digunakan bersama-sama.\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/TW_audiovsmidi.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Roland_AUS\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@Roland_AUS\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Guest Blogger\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\"},\"author\":{\"name\":\"Guest Blogger\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728\"},\"headline\":\"Apa perbedaan antara MIDI dan AUDIO?\",\"datePublished\":\"2020-12-02T05:45:09+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-18T05:00:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\"},\"wordCount\":1381,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg\",\"keywords\":[\"D_learn\",\"D_range\",\"D_recording\"],\"articleSection\":[\"'How To' Articles\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\",\"name\":\"Memahami perbedaannya - MIDI vs AUDIO - Roland Australia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-02T05:45:09+00:00\",\"dateModified\":\"2021-01-18T05:00:46+00:00\",\"description\":\"Mari kita periksa apa itu MIDI, apa yang dapat dilakukannya dan bagaimana komponenitu benar-benar berbeda untuk audio dan suara. Namun, mengapa mereka berduamenjadi tim yang hebat ketika digunakan bersama-sama.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg\",\"width\":720,\"height\":720,\"caption\":\"Audio VS MIDI\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/rumah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa perbedaan antara MIDI dan AUDIO?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Roland Indonesia Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Roland Australia\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg\",\"width\":800,\"height\":276,\"caption\":\"Roland Australia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS\",\"https:\/\/x.com\/Roland_AUS\",\"https:\/\/instagram.com\/roland_aus\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/RolandcorpAUS\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728\",\"name\":\"Guest Blogger\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Guest Blogger\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami perbedaannya - MIDI vs AUDIO - Roland Australia","description":"Mari kita periksa apa itu MIDI, apa yang dapat dilakukannya dan bagaimana komponenitu benar-benar berbeda untuk audio dan suara. Namun, mengapa mereka berduamenjadi tim yang hebat ketika digunakan bersama-sama.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"MIDI VS Audio","og_description":"Kami memeriksa bagaimana MIDI dan audio dapat menciptakan hasil yang luar biasa ketika digunakan bersama-sama.","og_url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/","og_site_name":"Roland Indonesia Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS","article_published_time":"2020-12-02T05:45:09+00:00","article_modified_time":"2021-01-18T05:00:46+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/FB_audiovsmidi.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Guest Blogger","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"MIDI VS Audio","twitter_description":"Kami memeriksa bagaimana MIDI dan audio dapat menciptakan hasil yang luar biasa ketika digunakan bersama-sama.","twitter_image":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/TW_audiovsmidi.jpg","twitter_creator":"@Roland_AUS","twitter_site":"@Roland_AUS","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Guest Blogger","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/"},"author":{"name":"Guest Blogger","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728"},"headline":"Apa perbedaan antara MIDI dan AUDIO?","datePublished":"2020-12-02T05:45:09+00:00","dateModified":"2021-01-18T05:00:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/"},"wordCount":1381,"publisher":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg","keywords":["D_learn","D_range","D_recording"],"articleSection":["'How To' Articles"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/","name":"Memahami perbedaannya - MIDI vs AUDIO - Roland Australia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg","datePublished":"2020-12-02T05:45:09+00:00","dateModified":"2021-01-18T05:00:46+00:00","description":"Mari kita periksa apa itu MIDI, apa yang dapat dilakukannya dan bagaimana komponenitu benar-benar berbeda untuk audio dan suara. Namun, mengapa mereka berduamenjadi tim yang hebat ketika digunakan bersama-sama.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#primaryimage","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg","contentUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/audiovsmidi.jpg","width":720,"height":720,"caption":"Audio VS MIDI"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/apa-perbedaan-antara-midi-dan-audio\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/rumah\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa perbedaan antara MIDI dan AUDIO?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/","name":"Roland Indonesia Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization","name":"Roland Australia","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg","contentUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg","width":800,"height":276,"caption":"Roland Australia"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS","https:\/\/x.com\/Roland_AUS","https:\/\/instagram.com\/roland_aus\/","https:\/\/www.youtube.com\/user\/RolandcorpAUS"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728","name":"Guest Blogger","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g","caption":"Guest Blogger"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40189"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40189\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41223,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40189\/revisions\/41223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}