{"id":40393,"date":"2020-12-02T16:53:29","date_gmt":"2020-12-02T06:53:29","guid":{"rendered":"https:\/\/8theb8.com.au\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/"},"modified":"2021-04-30T15:58:37","modified_gmt":"2021-04-30T05:58:37","slug":"perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/","title":{"rendered":"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital&#8217; dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"40393\" class=\"elementor elementor-40393 elementor-7467\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-f658bf elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"f658bf\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5ab395e\" data-id=\"5ab395e\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-61b0e0e3 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"61b0e0e3\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><em>Oleh Robert Chamberlain, Tim Pianis (Direproduksi atas izin href=&#8221;http:\/\/www.victorianmusicteachersassociation.org.au\/&#8221; target=&#8221;_blank&#8221; rel=&#8221;noopener noreferrer&#8221;&gt;Asosiasi Guru Musik Viktoria)<\/em><\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/tooloud.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-7474\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/tooloud.jpg\" alt=\"tooloud\" width=\"400\" height=\"250\" \/><\/a>Apakah Anda mengalami masalah dengan kebisingan dari latihan piano Anda atau di studio pengajaran Anda? Mungkin istri\/suami\/pasangan\/keluarga Anda keberatan dengan Anda yang sangat produktif dan sangat ekspresif di sesi latihan Anda dari jam 11:00 malam sampai jam 2 subuh?<\/p><p>Mungkin tetangga Anda mengeluh tentang studio pengajaranmu? Apakah jeritan dari para siswa Anda saat Anda membanting fallboard (kerangka penutup tombol key) piano yang kemudian jatuh menutupi\/menjepit jari-jari mereka akan mengurangi ketenangan dari para tetangga Anda yang sedang berjudi on-line, menonton acara-acara sampah TV, ataupun sedang melakukan \u2018pengejaran\u2019 hal-hal yang berbasis intelektual lainnya?<\/p><p>Apakah para siswa Anda yang sedang mengenyam pendidikan VCE pada Tahun ke-11 dan ke-12 mereka menuntut kedamaian dan ketenangan kepada Anda, meskipun Anda tahu mereka pada kenyataannya sedang memperbarui halaman <i>Facebook<\/i> mereka, <i>melakukan percakapan via Skype<\/i> bersama teman-teman mereka, ataupun sedang mencoba meretas situs web Pemerintah!<\/p><p>Untungnya, di sini terdapat beberapa solusi tradisi&#8230; dan juga solusi digital!<\/p><p>Perceraian\/pemisahan adalah hal-hal yang pernah dicoba dan benar-benar favorit dilakukan. Namun, tentu saja \u2013 itu bisa sangat mahal. Selain itu, Anda tidak dapat memastikan siapa yang akan berakhir dengan <i>iPad<\/i> yang lebih baik, edisi Beethoven Sonata <i>lawas<\/i> atau bahkan anak-anak atau rumah.<\/p><p>Dalam hal ini, ada juga material kedap suara. Anda dapat mempekerjakan seorang insinyur akustik, dan menghabiskan puluhan ribu dolar untuk merancang dan membangun sebuah studio musik yang canggih yang secara akustik terisolasi. Studio tersebut mungkin dicontoh dari studio musik di <i>Asosiasi Jepang<\/i> di Singapura, di mana fitur kedap suara miliknya sangat menakjubkan sehingga para musisi dapat berlatih permainan drum Jepang <i>fortissimo<\/i> di studio tersebut di lantai atas, tanpa mengganggu koki sushi di restoran di bawahnya, atau mengganggu pembuatan karya ukir dari ikan yang masih hidup, <i>pianissimo<\/i>, menjadi <i>sashimi<\/i> hanya berjarak beberapa meter jauhnya!<\/p><p>Atau Anda bisa mengirimkan anak-anak Anda yang masih berusia sekolah ke sebuah sekolah asrama eksklusif, kalau bisa di sisi lain di bumi ini, yang membuat mereka terlalu jauh untuk dapat kembali ke rumah untuk kunjungan akhir pekan, di mana keluhan mereka tentang cara Anda mendapatkan uang untuk membayar gaya hidup mereka, ups, maksud saya pendidikan tidak akan dapat terdengar.<\/p><p>Ini semua adalah berbagai pilihan yang baik, namun mereka tidaklah murah.<\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/hp507.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7477 alignleft\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/hp507.jpg\" alt=\"hp507\" width=\"280\" height=\"280\" \/><\/a>Sebuah solusi yang jauh lebih baik mungkin adalah berpindah ke alam semesta alternatif berupa piano digital, seperti yang telah saya lakukan ketika saya membeli sebuah piano digital <i>Roland HP-507<\/i> pada tahun 2012 dan beberapa unit headphone.<\/p><p>Pada saat itu, <i>Roland HP-507<\/i>, yang baru saja dilangkahi oleh <i>HP-508<\/i> yang lebih canggih, adalah piano digital seri teratas dari Roland dalam ukuran piano upright. Meskipun terlihat seperti piano upright kecil, namun suaranya terutama di bass registernya sangatlah kaya, tebal dan gemuk layaknya Santa yang memiliki tali pinggang lebar tanpa merek yang sedang berselancar di musim panas dengan menggunakan pakaian <i>Santa<\/i> pada umumnya, yaitu seorang pria yang sangat gemuk dengan pakaian kostum renang yang sangat sedikit di pantai. Atau, dengan rasa yang lebih penuh, sama kayanya dibanding suara dari piano konser terbesar yang dapat Anda temukan, mungkin sebuah <i>Schimmel K280<\/i> supercharged atau sebuah medan perang <i>B\u00f6sendorfer Imperial<\/i> yang besar (jika instrumen ini masih diproduksi &#8230;).<\/p><p>Namun, waspadalah! Jika Anda menggunakan headphone berkualitas baik dengan volume terlalu tinggi, maka Anda akan berisiko untuk meledakkan telinga Anda \u2014ada terlalu banyak overtones (suara harmonik) dan kompleksitas yang kaya di dalam suara tersebut! Suara yang dihasilkan tanpa headphone juga bagus. Tentu saja, salah satu fitur <i>HP-507<\/i> dan <i>HP-508<\/i> yaitu berupa sebuah sistem proyeksi suara yang menggunakan enam speaker untuk menciptakan suara spasial yang kaya di sekeliling pemain musik.<\/p><p>Setelah Anda terbiasa dengan kontradiksi nyata antara ukuran instrumen yang kecil dengan suaranya yang kaya, maka Anda bisa mulai melakukan hal yang hendak Anda lakukan.<\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-7471\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano.jpg\" alt=\"piano\" width=\"180\" height=\"450\" \/><\/a>Fitur <i>Piano Designer<\/i><i><\/i> mengizinkan Anda untuk melakukan pengaturan (dengan berbagai nilai kenaikan) terhadap berbagai aspek suara. Parameter seperti derajat pembukaan tutup, perilaku soundboard, resonansi kabinet, suara bising hammer, suara bising dari alat peredam, dan sebagainya akan berada di bawah kendali Anda. Berat sentuhan dapat diatur dalam nilai kenaikan (increment) sebanyak 100 step. Hal ini terlihat seperti untuk mengatur volume relatif. Namun, begitu Anda melakukannya, hal tersebut benar-benar terasa seperti weighted action yang berbeda.<\/p><p>Harta karun yang sesungguhnya dalam teknologi piano digital ini yaitu adanya tambahan suara dengan rentang luas terhadap suara dari piano modern. Saya menemukan fakta bahwa dengan menggunakan berbagai suara organ dan harpsichord (piano kuno) pada instrumen, sembari mempersiapkan karya-karya Bach untuk pertunjukan piano modern adalah cara yang sangat berguna \u2013 Cara ini dapat mengungkapkan musik secara luar biasa, belum lagi menyebutkan kondisi persiapan saya! Fitur hebat lainnya dalam seri Roland ini yaitu &#8220;Early Piano Sound&#8221;, dengan empat jenis forte-piano dan dua jenis suara harpsichord (piano kuno). Menurut saya, pergeseran gaya digital seperti itu mungkin akan ditolak oleh beberapa purist (pecinta musik murni) profesional, namun hal itu cukup membangkitkan ketertarikan para <i>penggemar<\/i> yang <i>berkecimpung<\/i> di dalam bidang ini!<\/p><p>Tentu saja, ini semua membuat saya bertanya-tanya tentang geeks (orang-orang eksentrik\/tidak biasa) dan boffins (para ilmuwan) yang bekerja dalam Departemen Penelitian dan Pengembangan Produk di Roland. Apakah dunia analog (bagi mereka) bukan termasuk alam semesta yang nyata, di mana senar dan kolom udara bergetar dari sebuah pukulan hammer, adanya busur biola nyata ataupun dibutuhkannya tiupan terampil dari beberapa orang yang sangat terlatih dengan paru-paru luar biasanya, serta sebuah perut yang berasal dari buku pelajaran Pilates? Di dalam alam semesta Roland, tampaknya dunia yang nyata adalah dunia digital. Dunia akustik &#8220;normal&#8221; saya hanyalah semacam realitas paralel, di mana dunia tersebut digunakan untuk menggali inspirasi dan menambang bahan-bahan digital mentah.<\/p><p>Apakah saya salah untuk mencurigai sebagian insinyur Roland yang mungkin lebih suka <i>mencicipi secara digital<\/i> &#8220;walabi yang diawetkan dengan garam&#8221; atau &#8220;belut asap bertaburan cokelat putih dan kaviar&#8221; pada menu <i>degustasi<\/i> seharga $250 di Restoran <i>Vue du Monde<\/i> Melbourne dibandingkan benar-benar naik ke lantai <sup>55<\/sup> gedung Rialto untuk mencicipi kelezatan gastronomi ini secara langsung?<\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/tuning.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-7481\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/tuning.jpg\" alt=\"tuning\" width=\"224\" height=\"224\" \/><\/a>Tentu saja beberapa keunggulan teknologi piano digital ini dapat langsung terlihat. Pertama-tama, Anda dapat menghapus daftar tuner\/teknisi piano dari iPhone Anda. Pitch dan bahkan tuning temperament (sejenis sistem tuning) dapat diubah dengan hanya menekan satu atau dua tombol. Memiliki sebuah rentang pitch yang luas berarti Anda dapat bermain pada baroque pitch serta bersama dengan temperamen historis juga. Selain itu, kecuali Anda mengalami pemadaman listrik akibat perusahaan penyedia listrik kesayangan Anda terinduksi oleh perubahan iklim, Anda sekarang tidak akan lagi mengalami ketidakstabilan tuning yang diakibatkan oleh induksi listrik akibat perubahan iklim, terbebas dari gelombang panas maupun cuaca dingin yang muncul secara tiba-tiba yang saat ini kita alami. (Pada kenyataannya, saya mengharapkan penyerapan teknologi digital di dunia piano tidak menurunkan jumlah ataupun keterampilan para tuner dan teknisi terbaik kita yang telah melakukan pekerjaan luar biasa terhadap instrumen akustik kita.)<\/p><p>Anda juga dapat membuang metronom Anda keluar jendela, atau mencoba menjualnya (tidak termasuk baterai) di <i>eBay<\/i>. Ini disebabkan fungsi metronom dibangun di dalam, atau &#8220;on board\u201d (terintegrasi di dalamnya) untuk menggunakan <i>Rolandese<\/i>.<\/p><p>Ukuran <i>Roland<\/i> yang kecil juga mengizinkan Anda untuk memiliki ruang lantai yang lebih besar dibanding grand piano umum milik Anda. Sayangnya, hal itu berarti akan lebih banyak karpet untuk disedot (vakum). Di sisi lain, Anda sekarang dapat memiliki ruang untuk meletakkan etalase koleksi AFL footy-jumper yang telah ditandatangani milik Anda, dan\/atau koleksi vas zaman Dinasti Ming atau barang antik lainnya [<i>Ed<\/i>. Telah dilakukan <i>penyuntingan<\/i>] (untuk para tetangga yang mengeluh).<\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/pianopartner.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-7484\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/pianopartner.jpg\" alt=\"pianopartner\" width=\"250\" height=\"200\" \/><\/a>Hal ini ditambah dengan adanya berbagai antarmuka, perangkat perekaman, widget (alat pendukung dalam piranti lunak) dan daiwai untuk memutar kembali musik, merekam, mengubah urutan serta hal-hal lain. Model <i>HP-508<\/i> yang baru bahkan memiliki aplikasi iPad gratis bernama <i>Piano Partner<\/i>. Anda dapat &#8220;meningkatkan pembelajaran Anda&#8221; dengan <i>Flash Card<\/i>, sedangkan <i>Content Browser<\/i> akan mengizinkan Anda untuk menjelajahi berbagai rentang suara dan nada pada perangkat iOS Anda, sementara <i>DigiScore Lite<\/i> akan menampilkan lagu yang telah terintegrasi di dalam instrumen layaknya lembaran musik di iPad Anda. Tentu saja, saya sadar bahwa untuk dapat mengetahui semua hal yang dapat dilakukan oleh berbagai instrumen digital ini akan membuat sebuah instrumen digital asli yang telah berusia 12 tahun lamanya untuk menjauh dari pembobolan <i>iPhone<\/i> mereka untuk setidaknya selama 25,47 menit. Sementara perangkat digital hasil imigran yang berusia 50 tahun lamanya akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengeksplorasi semua kemungkinan ini bila ditantang secara teknologi, meskipun seseorang telah mengikuti langkah-langkah mudah yang tercantum dalam buku paduannya.<\/p><p>Saya benar-benar harus bereksplorasi lebih banyak tentang cara <i>HP-507<\/i> beserta komponen-komponen sejenisnya dapat digunakan untuk mengajar. Perangkat ini tentu saja memiliki dua buah jack headphone jika Anda membutuhkannya. Saya pun berekspektasi bahwa fungsi perekaman dan pemutaran kembali (playback) musik, kemampuan untuk menciptakan musik dan memutar file dari maupun ke komputer, serta rentang suara dan sentuhan miliknya akan sangat berguna dan dapat merangsang ketertarikan dari para siswa dan guru.<\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/PHA_III_logo_b.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-7490\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/PHA_III_logo_b.png\" alt=\"PHA_III_logo_b\" width=\"100\" height=\"72\" \/><\/a>Saya terkesan dengan sentuhan piano ini: <i>Progressive Hammer Action III<\/i> milik <i>HP-507<\/i> Roland tampaknya telah menduplikasi tombol tuts hitam yang lebih ramping dari piano konser <i>Steinway<\/i> atau <i>Schimmel<\/i> dibandingkan tombol kunci yang sedikit lebih lebar dari piano grand konser <i>Yamaha<\/i>. Pilihan variasi sentuhan sebanyak 100 step juga efektif. Untuk <i>HP-508 yang baru<\/i>saja diluncurkan, &#8220;antarmuka dari instrumen pemain&#8221; (alias keyboard) telah ditingkatkan, menjadi <i>Keyboard Konser PHA-4<\/i> baru. Saya akan senang mencobanya. Namun, saya harus berkata bahwa saya tidak mengalami kesulitan sama sekali ketika saling beralih antara antarmuka HP-507 dan berbagai grand piano akustik besar. Pedal bekerja dengan baik dan seluruh instrumen terlihat sangat cerdas, meskipun saya diperingatkan untuk tidak terlalu terpaku pada penyelesaian akhir (finishing) dengan material eboni hitam yang terlihat berkelas, serta lebih memilih material tersebut dibanding casing (penutup) yang mensimulasikan material rosewood yang sangat praktis, di mana material tersebut tidak mudah tergores.<\/p><p>Ada beberapa hal mengganggu yang kecil. Teknologi digital tidak dapat mensimulasikan penggunaan resonansi simpatetik dengan baik, entah dengan pedal atau dengan menahan kunci secara diam-diam, sehingga beberapa karya kontemporer dan beberapa kemungkinan efek pedal, misalnya di beberapa bagian Beethoven Sonatas tidak akan berfungsi. Hal ini juga terjadi pada bagian stand musik (bagian yang menahan lembaran not musik) yang tampak sedikit tipis dan sudut stand musik yang tidak dapat disesuaikan. Hal ini mungkin menyebabkan halaman lembar musik ketika dibolak-balik dan jatuh berantakan akan terlihat sedikit canggung.<\/p><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/action.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-7488\" src=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/action.jpg\" alt=\"action\" width=\"250\" height=\"200\" \/><\/a>Akan tetapi, meskipun saya hanya dapat mengetahui bagian permukaan dari semua kemampuan yang dimilikinya, saya sudah terkesan dengan <i>HP-507<\/i> milik saya serta seluruh potensi dari pengalaman digital yang dapat saya peroleh. Tentu saja, sama seperti kita memiliki mobil dengan sebuah hybrid drive-train (mesin kereta hibrida), kita sekarang dapat melakukan retrofit (memasang komponen baru) pada sebuah piano akustik normal untuk membawanya ke dunia digital. Saya baru saja menonton <i>Genio Piano Silencer<\/i> yang diselenggarakan oleh perusahaan Korea <i>Midmuro<\/i>, sebuah hasil retrofit untuk grand akustik atau piano uprights. Dengan rel hening, keysensor strip &amp; sensor pedal, kontrol serta unit instrumen utama, sebuah piano akustik dapat diubah menjadi sebuah piano senyap digital pada jentikan switch dan tarikan tuas, dilengkapi dengan suara headphone, Output MIDI, dan berbagai suara preset yang telah dibuat sebelumnya.<\/p><p>Kenyataannya, seiring berjalannya waktu, saya berencana untuk meneliti lebih luas alam semesta digital ini, seperti yang direalisasikan oleh Roland dan perusahaan lainnya. Sedangkan instrumen dengan dua keyboard dan banyak pedal \u2013 apa sebutan mereka \u2013 oh ya \u2013 organ \u2013 mungkin terlalu banyak membutuhkan koordinasi. Tahukah Anda bahwa Roland juga menciptakan harpsichord (piano kuno) digital dengan sentuhan khusus untuk mensimulasikan plucking action (suatu mekanisme keyboard yang menerjemahkan gerakan key musik menjadi suara)? Hmm, sekarang itu benar-benar menarik&#8230;<\/p><p>Selamat bermain! (Petunjuk: tombol ON\/OFF sangat mudah ditemukan!!)<\/p><h2>Artikel Terkait<\/h2><p><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/manfaat-belajar-piano-sebagai-orang-dewasa\/\">Belajar Piano Untuk Orang Dewasa<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/keuntungan-belajar-piano-sebagai-seorang-anak\/\">Keuntungan Belajar Piano Ketika Masih Anak-anak<\/a><\/p><h2>Produk-produk terkait<\/h2><dl id=\"downloads_list\"><dt><a href=\"https:\/\/www.roland.com\/au\/products\/hp700_series\/\">Seri HP<\/a><\/dt><dd>KEINDAHAN MUSIK<br \/>DI DALAM PUSAT<br \/>RUMAH ANDA<em> (yang telah digantikan dengan HP-508 sekarang)<\/em><\/dd><dd>Gambar: stefano cavoretto, yuriy kirsanov,\u00a0felix pergande \u00a0\/ 123RF<\/dd><\/dl>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Robert Chamberlain, Tim Pianis (Direproduksi atas izin href=&#8221;http:\/\/www.victorianmusicteachersassociation.org.au\/&#8221; target=&#8221;_blank&#8221; rel=&#8221;noopener noreferrer&#8221;&gt;Asosiasi Guru Musik Viktoria) Apakah Anda mengalami masalah dengan kebisingan dari latihan piano Anda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":36918,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[9600],"tags":[137,232,388,246,389],"class_list":["post-40393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-views","tag-acoustic-piano","tag-digital-piano","tag-hp-507","tag-hp-508","tag-tuning"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v21.5 (Yoast SEO v26.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Top Key! Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital&#039; dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Top Key! Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Roland Indonesia Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-02T06:53:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-04-30T05:58:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Guest Blogger\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@Roland_AUS\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@Roland_AUS\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Guest Blogger\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\"},\"author\":{\"name\":\"Guest Blogger\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728\"},\"headline\":\"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital&#8217; dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014\",\"datePublished\":\"2020-12-02T06:53:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-30T05:58:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\"},\"wordCount\":1922,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg\",\"keywords\":[\"Acoustic Piano\",\"Digital Piano\",\"HP-507\",\"HP-508\",\"Tuning\"],\"articleSection\":[\"News &amp; Views\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\",\"name\":\"Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-02T06:53:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-30T05:58:37+00:00\",\"description\":\"Top Key! Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg\",\"width\":720,\"height\":466},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/rumah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital&#8217; dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/\",\"name\":\"Roland Indonesia Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Roland Australia\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg\",\"width\":800,\"height\":276,\"caption\":\"Roland Australia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS\",\"https:\/\/x.com\/Roland_AUS\",\"https:\/\/instagram.com\/roland_aus\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/user\/RolandcorpAUS\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728\",\"name\":\"Guest Blogger\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Guest Blogger\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital","description":"Top Key! Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital' dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014","og_description":"Top Key! Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital","og_url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/","og_site_name":"Roland Indonesia Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS","article_published_time":"2020-12-02T06:53:29+00:00","article_modified_time":"2021-04-30T05:58:37+00:00","og_image":[{"width":720,"height":466,"url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Guest Blogger","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@Roland_AUS","twitter_site":"@Roland_AUS","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Guest Blogger","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/"},"author":{"name":"Guest Blogger","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728"},"headline":"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital&#8217; dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014","datePublished":"2020-12-02T06:53:29+00:00","dateModified":"2021-04-30T05:58:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/"},"wordCount":1922,"publisher":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg","keywords":["Acoustic Piano","Digital Piano","HP-507","HP-508","Tuning"],"articleSection":["News &amp; Views"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/","name":"Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg","datePublished":"2020-12-02T06:53:29+00:00","dateModified":"2021-04-30T05:58:37+00:00","description":"Top Key! Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#primaryimage","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/piano_1.jpg","width":720,"height":466},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/perjalanan-ke-dunia-piano-digital-dari-buletin-vmta-musim-gugur-2014\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/rumah\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u2018Sebuah Perjalanan Menuju Dunia Piano Digital&#8217; dari Buletin VMTA Musim Gugur 2014"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#website","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/","name":"Roland Indonesia Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#organization","name":"Roland Australia","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg","contentUrl":"https:\/\/rolandindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/roland_logo.jpg","width":800,"height":276,"caption":"Roland Australia"},"image":{"@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/RolandAUS","https:\/\/x.com\/Roland_AUS","https:\/\/instagram.com\/roland_aus\/","https:\/\/www.youtube.com\/user\/RolandcorpAUS"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/b04e6a7b305044fc27bc85d6f6765728","name":"Guest Blogger","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8df4efc4af0086015fd5ddf76cfe2868?s=96&d=mm&r=g","caption":"Guest Blogger"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40393"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49599,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40393\/revisions\/49599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rolandindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}