10 Tips Video Penting untuk Belajar Bermain Piano

Berikut ini disajikan 10 kiat penting untuk mulai belajar bermain piano yang akan membuat Anda dapat segera bermain piano dengan lebih baik!

Belajar bermain piano jangan sampai menyulitkan anda. Rangkaian belajar bermain piano ini disusun oleh Roland dan Tim Stein dari Majalah “Pianist Magazine”, menyajikan berbagai teknik dan latihan yang akan membantu pianis pemula untuk memperbaiki dan menyempurnakan penampilan mereka.

Tips Belajar Bermain Piano

Indeks

1: Tempat dan Sikap Duduk
2: Bentuk dan Posisi Tangan
3: Latihan Jari untuk Pemula
4: Susunan Keyboard Piano
5: Latihan Pemanasan Sederhana
6: Keluwesan Tangan dan Jari
7: Latihan Jari untuk Tangga Nada dan Arpeggio
8: Tone dan Suara Piano
9: Bagaimana Memulai Latihan
10: Sight-Reading

Tips Belajar Bermain Piano #1: Tempat dan Sikap Duduk

Sikap dan posisi duduk yang benar merupakan faktor penting saat Anda duduk di depan piano. Bahkan Anda dapat menyelamatkan diri dari cedera. Perhatikan video di bawah ini yang menyajikan contoh sikap dan posisi duduk yang benar.

Tips #2: Bentuk dan Posisi Tangan

Bentuk dan posisi tangan sangat memengaruhi cara Anda bermain piano. Bentuk dan posisi tangan yang salah dapat menyebabkan ketegangan yang tidak perlu pada jari, telapak tangan, lengan, dan bahu Anda. Hal ini juga dapat menyulitkan Anda dalam bermain piano.

Perhatikan baik-baik posisi tangan yang ‘benar’ dan ‘salah’ pada video ini, dan lihat perbedaannya.

#2 Tips untuk belajar bermain piano

Bentuk tangan yang benar harus terasa alami. Seharusnya tidak merasa tidak nyaman atau merasa ada sesuatu yang salah. Lengan, pergelangan tangan, dan tangan Anda harus membentuk garis yang bagus.

Tips Belajar Bermain Piano #3: Latihan Jari untuk Pemula

Pernahkah Anda memperhatikan angka-angka kecil di atas nada pada kertas partitur (lembaran latihan) piano? Angka-angka adalah panduan untuk latihan jari.

#3 Tips untuk belajar bermain piano

Tidak semua orang mengikuti Panduan Latihan Jari meskipun panduan tersebut sangat berguna bagi Anda, terutama bagi para pemula. Latihan Jari biasanya ditandai pada partitur sebagai panduan untuk mempermudah latihan. Saat Anda memulai latihan memainkan sebuah lagu untuk pertama kalinya, sebaiknya mengikuti latihan jari yang disarankan. Jika pada tahap selanjutnya Anda memutuskan bahwa latihan jari sudah tidak diperlukan lagi, itu artinya Anda sudah OK dengan permainan piano Anda!

Tip #4 untuk belajar bermain piano

Anda bisa memulai dengan menyebutkan nama jari ketika Anda menekan tuts piano. Misalnya, Anda bisa mengatakan “jari manis th kanan” lalu tekan sebuah nada pada piano dengan jari manis tangan th kanan. Dengan cara ini, Anda melatih koordinasi otak dan jari. Pada tahap selanjutnya, Anda akan terbiasa menggunakan jari-jari dengan benar, sehingga tidak perlu lagi menyebut nama jari untuk mengingatkan diri Anda.

Jika Anda ingin menggunakan model Latihan Jari yang Anda ciptakan sendiri, sebaiknya ditulis pada partitur sehingga dapat diubah seperlunya. Dengan cara ini, Anda dapat mengikuti nada lagu saat berlatih piano. Tetapi ingat, sebaiknya Anda tidak terus-menerus mengubah model latihan jari yang Anda buat karerna akan berdampak negatif pada kualitas permainan dan performa bermain piano Anda.

Tips #4: Susunan Keyboard

Anda tidak akan bisa melihat jari, tuts, dan partitur secara bersamaan saat Anda bermain piano. Oleh karana itu, sangatlah penting untuk melatih kepekaan posisi tangan Anda di atas keyboard.

Hal lain yang juga penting adalah mengenal tata letak keyboard dan jarak antar tuts. Mengenal karakteristik keyboard dapat membuat Anda bermain piano tanpa harus melihat tuts-tuts piano lagi.

Untuk lebih “mengenal nada” dengan lebih baik, mulailah dengan mengetahui posisi tuts hitam dan tuts-tuts di sekitarnya. Tuts hitam dibagi menjadi kelompok dua tuts dan kelompok tiga tuts, seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:

belajar kunci

Mulailah dengan mendekatkan jari-jari Anda dan memainkan nada-nada dalam kelompokkan dua tuts (tanda kurung merah) dengan menggunakan tangan kiri. Mulailah dari bagian kiri keyboard (nada terendah) dan lanjutkan ke kanan. Kemudian kembali lagi ke kiri. Sekarang gunakan tangan kanan dan mainkan nada di dalam kelompokkan tiga tuts (tanda kurung biru) dengan bergerak dari kiri ke kanan, lalu dari kanan ke kiri. Setelah terbiasa, Anda bisa mencoba untuk memejamkan mata, ulangi lagi latihan yang sama. Ada latihan lain yang bisa Anda coba dalam video ini untuk meningkatkan penjiwaan Anda bermain piano dengan baik, di mana tangan Anda berada, bagaimana bergerak dengan meyakinkan dan luwes. Saksikan video di bawah ini untuk melihat lebih banyak tentang latihan bermain piano.

Tips Belajar Piano #5: Latihan Pemanasan Sederhana

Bermain piano itu seperti berolahraga – Anda tidak akan mampu mengangkat beban berat di awal latihan atau berlari maraton tanpa melakukan pemanasan sebelumnya.

Sebelum Anda memulai latihan atau pertunjukan, duduklah dengan nyaman di depan piano dan rileks. Perhatikan sikap dan posisi tangan Anda – bahu dilemaskan dan terbuka, jangan tegang.

Untuk membantu Anda melemaskan lengan dan bahu, Anda dapat mencoba latihan sederhana yang disebut oleh Tim dengan “Langkah Kaki di Atas Salju” dan “Lari dan Lompat”. Saksikan video di bawah ini, dan pelajari latihan pemanasan sederhana yang disajikan.

Tips #6: Keluwesan Tangan dan Jari

Banyak lagu piano yang membuat Anda harus menggunakan tangan dan jari secara bebas. Akan ada saat-saat ketika tangan kiri melakukan satu hal sementara tangan kanan melakukan hal lain yang sama sekali berbeda. Misalnya, tangan kiri memainkan staccato (memainkan nada dengan dihentak-hentak) sedangkan tangan kanan memainkan legato (nada lembut).

belajar STACCATO-legato pada piano

Anda dapat melatih tangan dan jari supaya dapat bergerak bebas dengan mempraktikkan latihan 5 jari yang ditunjukkan oleh Tim dalam video di bawah ini. Mulailah latihan ini dengan memainkan 5 nada pertama dari tangga-nada C mayor (C-D-E-F-G), tetapi tangan kiri memainkan dengan staccato dan tangan kanan dengan legato, kemudian dibalik, sehingga tangan kiri memainkan legato dan tangan kanan memainkan staccato.

Menyebut nada-nada yang dimainkan saat Anda melakukan latihan akan sangat bermanfaat.

Anda tidak harus selalu berada di depan piano untuk melatih tangan dan jari. Anda dapat mempraktekkan latihan 5 jari yang dicontohkan oleh Tim di atas meja, lantai … atau di mana pun Anda suka. Cukup ketuk-ketukkan dan biasakan untuk menggerakkan tangan dan jari Anda secara bebas.

Tips Belajar Bermain Piano #7: Latihan Jari untuk Tangga Nada dan Arpeggio

belajar piano video

Sebuah lagu penuh dengan tangga nada dan arpeggio (keterangan: arpeggio adalah membunyikan beberapa nada pada tuts piano secara berurutan. Misalnya: C-D-E-F-G secara berurutan). Di samping meningkatkan kemahiran, menguasai tangga nada dan arpeggio akan membantu Anda di dalam memahami karakteristik keyboard pada piano Anda.

Tangga nada dan arpeggio berguna untuk lebih mengenal jarak antar tuts piano. Contoh, tangga nada C Major : C-D-E-F-G-A-B-C.

Salah satu kesulitan yang paling sering dihadapi pemain pemula saat memainkan tangga nada dan arpeggio adalah menggerakkan jari di bawah tangan. Saat Anda memainkan tangga nada C mayor dengan tangan kanan Anda, Anda memainkan kelompok pertama yang terdiri dari 3 nada (C-D-E) dengan jari ke-1 (C dengan ibu jari), jari ke-2 (D dengan telunjuk), dan jari ke-3 (E dengan jari tengah) .

Kemudian, untuk memainkan kelompok 4 nada berikutnya (F-G-A-B), Anda menggunakan jari ke-1 (F dengan ibu jari), jari ke-2 (G dengan telunjuk), jari ke-3 (A dengan jari tengah) dan jari ke-4 (B dengan jari manis).

Daripada memainkan 3 nada pertama, lalu menggeser tangan ke kanan untuk meletakkan ibu jari pada nada ke-4 (F), cara lain adalah Anda dapat menggerakkan ibu jari di bawah tangan seperti gambar di bawah ini. Usahakan untuk tidak ‘mendorong’ di bawah ibu jari karena akan menimbulkan ketegangan di tangan Anda. Jaga tangan Anda supaya tetap rileks.

belajar video piano

Cara yang baik untuk berlatih menggeser jari adalah dengan mengulangi gerakan menggeser dengan memainkan nada E-F-G. Setelah Anda merasa lebih nyaman dengan gerakan menggeser jari, Anda bisa mulai berlatih tangga-nada secara penuh.

Tips #8: Tone dan Suara Piano

Untuk memainkan sebuah lagu yang indah, tidak cukup jika Anda hanya sekadar menghafal nada-nada lagu tersebut. Bermain piano secara ekspresif membutuhkan latihan dan menjiwai irama serta dinamika dari lagu yang dimainkan.

Salah satu latihan yang disebutkan oleh Tim dalam video di bawah ini adalah latihan “Bola Memantul”. Di sinilah Anda menguji berbagai suara piano yang berbeda-beda; dari yang keras hingga yang lembut, agar dapat menjiwai dan menciptakan dinamika yang berbeda. Anda juga dapat latihan jari dengan cara yang berbeda-beda. Cobalah berbagai suara dan tone – bereksperimen itu suatu keharusan! Tentukan seberapa keras Anda perlu menekan setiap tuts, karena yang perlu juga diingat bahwa senar piano lebih tipis pada tuts dengan nada tinggi (sisi kanan piano) dan lebih tebal tuts nada rendah (sisi kiri piano), sehingga Anda perlu mengatur tekanan jari/tangan pada tuts yang berbeda-beda.

Tips untuk Belajar Piano #9: Bagaimana Memulai Latihan Sebuah Lagu

Sebelum Anda mulai bermain atau berlatih sebuah lagu baru, Anda perlu melihat bar pertama partitur lagu tersebut. Periksa tanda tempo untuk mengetahui seberapa cepat atau lambat lagu tersebut, serta birama dan simbol kres/mol untuk lagu tersebut.

2nd

Sebelum Anda menyentuh tuts piano, salah satu latihan yang berguna untuk dicoba adalah mengetuk-ngetuk tempo pada tutup piano atau kursi untuk bagian tangan kanan dan kiri. Jika latihan mengetuk dengan dua tangan sulit untuk dilakukan, coba lakukan tangan kanan dan kiri secara terpisah terlebih dahulu, setelah lancar, baru kemudian melakukan ketukan dengan kedua tangan secara bersamaan.

Tips lainnya, antara lain:

►Mencari bagian-bagian yang sulit dan berkonsentrasi untuk memainkannya dengan benar

►Menghitung irama dengan suara keras

►Latihlah dengan tidak tertalu bergantung pada garis bar lagu agar melatih otak Anda supaya tidak sering berhenti pada garis bar

►Tulis angka-angka latihan jari yang masuk akal – gunakan nada sebanyak mungkin tanpa harus menggerakkan posisi tangan Anda

Tip #10: Sight-Reading

Terlepas dari seberapa mahir kemampuan Anda bermain piano, sight-reading adalah salah satu keterampilan yang paling penting dari “gudang kemampaun” yang Anda miliki. Jadi, Anda harus terus berlatih! (Sight-Reading adalah kemampuan memainkan piano dengan membaca partitur yang baru dilihat untuk pertama kalinya; partitur tersebut belum pernah dilihat sebelumnya, begitu juga lagunya belum pernah didengar atau dimainkan sebelumnya.)

Semakin banyak anda berlatih sight-reading, semakin mudah dan cepat bagi Anda mempelajari lagu baru. Berlatihlah dengan menggunakan partitur satu tingkat di bawah tingkat Anda saat ini. Misalnya, jika saat ini Anda berada di Kelas 3 sekolah musik, maka Anda harus berlatih sight-reading menggunakan partitur Kelas 2. Jika Anda berada di Kelas 5, Anda harus menggunakan partitur Kelas 4.

Perhatikan irama/tempo lagu terlebih dahulu, lihat tanda biramanya. Cari pola-pola irama/tempo yang berulang, dan berlatihlah pada irama/tempo yang sulit dengan mengetuk-ngetuk tutup piano terlebih dahulu sebelum memulai sight-reading Anda.

Hal terpenting dalam sight-reading adalah jangan berhenti. Ulur waktu jika perlu pada bagian yang sulit, tetapi jangan pernah berhenti!

Ayo Bermain!

Selamat, sekarang Anda sudah memiliki “alat yang lengkap” untuk berlatih piano secara efektif. Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah berlatih dan berlatih!

PRODUK-PRODUK TERKAIT

terkait-produk-piano

Related Posts

belajar piano saat dewasa
Featured

Belajar Piano saat Dewasa

Dalam artikel ini, Richard Avery membagikan pengalaman pribadinya tentang belajar bermain piano (yang telah menyelamatkan pernikahannya) di usia senja. Richardmemposting beberapa tautan dan video yang

Read More »
Scroll to Top

SIGN UP TO DOWNLOAD
THIS TD-50 CUSTOM PATCHES

Created by Roland V-Drums specialist Simon Ayton, these patches were designed using the internal factory sounds and many of the techniques covered in the TD-50 guide. Enjoy exploring the possibilities!