SBTRKT Bicara Tentang Gear

SBTRKT

SBTRKT (atau dikenal sebagai Aaron Jerome) tidak diragukan lagi merupakan salah satu produser terpanas di sekitar kita. DJ, remixer, dan alkemis studio, SBTRKT memenangkan hati dan pikiran dengan album debut eponimnya pada tahun 2011, yang membuatnya berkolaborasi dengan Radiohead, M.I.A., Mark Ronson dan Modeselektor dan sebagainya. Membangun kesuksesan besar dari debutnya, tahun lalu kami melihat SBTRKT merilis album lanjutan yang ditunggu-tunggu, Wonder Where We Land, di mana dirinya tampak mengeksplorasi soundscapes dan teknik studio yang lebih eksotis.

sebuah eksponensial dari antusiasnya terhadap peralatan musik Roland di masa lalu dan sekarang, kami tidak bisa melewatkan kesempatan untuk menghubungi SBTRKT sebelum penampilannya yang melepuh di Festival Sonar Stockholm yang terkenal untuk mengetahui lebih lanjut tentang musisi di balik layarnya… dan untuk memperkenalkan dirinya ke seri AIRA yang agak bagus MX-1 Yah, kata-kata ini hanya agar terdengar sopan saja, sungguh!

Dikontribusikan oleh Roland Inggris

Anda memiliki sedikit sejarah dengan peralatan musik Roland. Dapatkah Anda memberitahu kami sedikit tentang apa yang telah Anda gunakan dan bagaimana Anda telah menggunakannya selama bertahun-tahun?

Saya kira saya mulai membuat musik terutama pada laptop, kira-kira pada akhir tahun 90-an dan memasuki tahun 2000-an. Saya belajar tentang peralatan musik Roland melalui artikel di majalah dan juga pemahaman saya tentang album musik klasik yang diciptakan dari alat musik saya sangat sukai. Daft Punk adalah musik pertama yang saya sukai dan pada saat itu, saya belum pernah tahu peralatan musik yang mereka gunakan untuk menciptakan rekaman tersebut. Bertahun-tahun kemudian, saya baru tahu alat yang menciptakan musik itu dan ternyata mereka adalah 808 dan 909. Saya kira itu adalah periode di mana peralatan musik analog menjadi daya tarik baru saya di luar laptop, bahkan tidak hanya laptop, tetapi juga komputer desktop yang ada di rumah.

Synth vintage pertama yang saya beli adalah Juno-106. Itu adalah titik di mana saya benar-benar tertarik untuk mencoba bekerja di luar kebiasaan. Ini berceceran di seluruh album pertama saya. Itu synth utama yang saya gunakan. Terdapat trek yang disebut Ready Set Loop, yang pada dasarnya hanya diciptakan menggunakan Juno itu sendiri. Setiap suara pada lagu itu datang dari satu synthesizer. Saya mendapatkan ilham di mana saya menyadari ada perbedaan besar antara plug-in dan instrumen analog nyata. Itu adalah awal dari koleksi peralatan musik, menurut saya.

Jadi, apa yang Anda tambahkan ke koleksi berikutnya?

Aku membeli sebuah pedal RE-20 Space Echo. Pada saat itu, saya belum mampu membeli alat yang nyata, dan itu benar-benar keren. Saya menggunakannya dengan berbagai cara. Alat musik itu bagus untuk memberikan efek pada synthesizer, pada vokal dan kemudian saya mulai menggunakannya di Theremin pada acara pertunjukkan langsung (live performance) album pertama saya dan kemudian juga pada TR-707. Saya membeli 707 saat tur karena saya mulai bosan dengan menggunakan suara drum Ableton, atau, semacam versi yang dibuat ulang dari 707.

Itu pertama kalinya saya melakukan apa saja dengan mesin drum Roland klasik. Saat itu benar-benar temperamental untuk saya. Mampu menggunakan beberapa alat musik tahun 1980-an di atas panggung pada masa ini di mana segala sesuatunya sangat tersinkron dan clocked, dan mencoba bekerja dengan suasana di mana alat tersebut mungkin mematikan dirinya sendiri dan Anda harus mencoba untuk mendapatkan timing-nya kembali secara manual. Saat itu sangat menyenangkan, dan terdapat kehangatan dan distorsi yang Anda peroleh ketika Anda hanya menaikkan semua level ke atas, di mana itu luar biasa, Anda tahu, suara semacam itu.

Kami tahu Anda juga memiliki beberapa peralatan drum, SPD-SX and some pads?

Ya, Anda benar. Dan kemudian di antaranya, saya memiliki SH-101, yang benar-benar menjadi alat utama bagi saya di kedua album yang saya tulis. Saya selalu menggunakan alat itu sebagai andalan saya untuk suara bass. Bagian favorit saya dari alat itu yaitu mode arpeggio dan step sequencer. Saya menunjukkan hal itu kepada seorang teman saya di hari yang lain, hanya berkata ‘Apakah Anda pernah melihat SH-101 di mana Anda dapat menulis not-not musik secara harfiah?’ Alat musik Roland telah bersama saya sepanjang jalan menciptakan lagu. Saya telah menggunakannya di studio dan mengintegrasikannya ke dalam pertunjukan langsung, karena peralatan musik tersebut selalu sangat mudah dimanipulasi dalam skenario pertunjukkan langsung. Mereka serasa hidup di dunia mereka sendiri.

Sebagai tambahkan, seperti yang baru saja Anda sebutkan, SPD. Produk pertama yang mulai saya gunakan yaitu SPD-20 Octapad dengan suara bawaan. Alat itu memiliki step sequencer bawaan dan dapat merekam, saya juga terbiasa menggunakan clock source dari Ableton, namun dapat berdiri sendiri (standalone) dan mampu bermain dalam melodi serta adanya kumpulan trigger dari live drum kit milik saya. Jadi itu memiliki semacam penggunaan ganda pada saat yang sama atau bahkan memiliki peran tiga arah, karena saya juga menggunakannya sebagai MIDI controller untuk suara dari Ableton Drum Rack. Saya coba untuk membuat orang melihat ada begitu banyak yang datang dari arah yang berbeda. Hal itu mulai membuat saya bingung, namun saya juga menggunakan cara-cara di luar tujuan mereka dibuat secara tradisional.

Sekarang saya telah memperluas hal itu. Untuk pertunjukan langsung ini, saya telah pindah dari bermain drum menjadi bermain synthesizer, keyboard dan efek lain dan beberapa perangkat keras lainnya. Saya memiliki perkusi sekunder dan pemutar synth, dan juga pemain drum khusus, jadi keduanya menggunakan SPD untuk mengontrol dan membuat efek sampel dari semua bagian lagu. Ini terutama berupa suara musik, seperti suara bass dan bit perkusif. Komponen lain yang ada pada drum kit terutama hal-hal yang berkaitan dengan trigger dari bass dan snare, serta suara vokal insidental.

 

Apakah set-up tersebut yang Anda gunakan untuk tur pertunjukkan atas album terbaru itu?

Ketika saya mulai melakukan tur Wonder Where We Land pada Mei 2014, pada saat itu Roland memperkenalkan TR-8. Saya selalu terpesona dengan ide menggunakan suara 808, terutama di album kedua saya karena saya cukup terpengaruh oleh genre yang benar-benar populer pada saat itu. Lagu berjudul Look Away di album ini adalah salah satu trek lagu yang sangat mengandalkan pola tendangan 808, seperti hi-hats dan kicks. Lagu ini dimainkan secara langsung dan saya memainkannya dari peralatan Roland menggunakan MIDI triggers ke modul suara.

Pada dasarnya, saya hanya memainkan lagu tersebut dalam pertunjukkan langsung, namun ketika dimainkan dalam pertunjukan langsung, saya ingin dapat menduplikasi ulang lagu itu. Itu adalah cara sempurna untuk dapat mengeluarkan 707 saya, di mana terdapat sedikit suasana temperamental, dan masukkan ke dalam sebuah alat musik yang lebih serbaguna dan memiliki efek bawaan serta dapat melakukan hal-hal lain dan dapat memanipulasi masing-masing suara tersebut.

Jadi, apakah Anda menggunakan suara 909 di lagu tersebut seperti halnya dengan 808?

saya pada kenyataannya menggunakan keduanya. Saya bergantian menggunakan mereka dalam lagu yang berbeda. Seperti pada New Dorp. New York, Saya menggunakan tendangan yang berbeda seperti 909, dibandingkan dengan Look Away atau War Drums di mana saya akan menggunakan 808. Saya sudah sangat terbiasa mengubah kompresi dan tuning (penyetelan) not-not musik secara langsung dalam pertunjukan. Untuk itu, bila saya ingin melakukan sesuatu, misalnya membuat suatu nada hi-hat terbuka, maka akan terdengar sangat jelas di lingkungan tempat saya bermain saat melakukan pertunjukan langsung. Adanya keterampilan tuning (penyetelan) TR-8 akan sangat berguna ketika Anda memiliki pemain drum yang bermain drum tendangan di sebelah Anda dan Anda harus dapat menduplikasi suaranya namun juga harus membangun pitch yang berbeda di darinya.

Menurut saya, efek utama yang paling banyak saya gunakan yaitu reverb yang hanya perlu dimasukkan di semua set yang ada. Fungsi delay (jeda) juga sangat berguna ketika ingin meningkatkan sedikit atmosfer sehingga tidak menjadi cukup kering ketika mengirimkan sinyalnya. Namun, ya, bagi saya, itu menjadi fitur yang sangat berguna di seluruh rangkaian penciptaan musik saya untuk dapat menambah efek lower end (efek bass) dan juga bagian perkusif. Saya banyak menggunakan high toms dan rim shots di dalam pertunjukan langsung saya.

 

Kami percaya bahwa Anda juga membeli VT-3 Vocal Processor untuk Anda sendiri

Ya, sampai saat ini, saya telah bereksperimen dengan suara transformasi vokal seperti menggunakan pitch shift vocal dan hal-hal yang dipengaruhi olehnya. Saya telah menggunakan berbagai alat yang berbeda untuk hal itu, entah itu efek prosesor atau efek berbasis komputer untuk melakukan hal itu sebelumnya. Mereka bisa menjadi hebat di satu bagian namun mereka sering tidak terlalu dapat dikontrol di atas panggung. Mereka tidak mudah digunakan. Untuk itu, VT-3 telah menjadi alat yang sangat keren untuk membawa efek-efek untuk dapat dipelajari oleh siapa pun dalam dua menit. Untuk bisa melakukannya, lihatlah, jika Anda ingin menambahkan reverb, jika Anda ingin mengubahnya, kita dapat menggunakan preset (settingan yang telah disimpan sebelumnya) ini.

Seperti New Dorp. New York adalah salah satu lagu yang memiliki setting untuk menurunkan satu oktaf pitch vokal di dalam trek lagu. Untuk itu, memiliki sebuah alat yang dapat saya atur efeknya tanpa memerlukan tiga buah alat musik berbeda untuk coba mengubah pitch vokal secara langsung, dan memiliki semua fragmen dari suara tersebut di mana suara tersebut tidak terdengar seperti aslinya adalah hal yang cemerlang. Cara memproses suara tersebut juga sangat nyata terhadap karakter suara itu – jika Anda menginginkannya, karena fungsi robot yang dimilikinya juga tentu saja sangat keren.

Jadi, kami di sini di Sonar, Anda akan bermain di Stockholm dan Anda bermain di Iceland kemarin malam. Kami telah membawa beberapa peralatan musik baru untuk ditunjukkan kepada Anda – kami tahu Anda telah menonton video MX-1 namun sebagai orang pertama yang benar-benar melihat produk ini sebagai seorang artis, apa pemikiran awal Anda?

Saya benar-benar bersemangat dengan cara alat-alat ini berintegrasi. Sejak menggunakan AIRA TR-8 dan VT-3, saya kira saya akan selalu mencari cara untuk memperluas kemampuannya dan saya datang dengan ide tersebut dari sudut pandang di mana elemen pertunjukan langsung benar-benar menjadi kunci utama untuk pertunjukan saya, Anda tahu? Ubahan kecil yang tidak terlalu kentara yang hanya membuatnya mengalir begitu saja dan membuat manipulasi kecil, dan pertunjukkan saya juga tidak terlalu mengikuti pola tertentu, namun saya menyukai ide untuk dapat mengirimkan banyak kanal kepada insinyur rumah di depan saya dan juga dapat melakukan micro-mix (pemaduan suara kecil) atas bagian itu.

Kemudian, mampu mengirim elemen keluar di mana saya memiliki lebih banyak kontrol terhadapnya, jadi itulah nada dan filter, dan mampu menambahkan berbagai efek pada sekelompok kanal yang berbeda secara bersama-sama. Ada begitu banyak pilihan yang dapat saya jelajahi dengan alat ini – entah itu menggabungkan peralatan musik Roland yang sudah saya miliki atau elemen synthesizer lain yang saya gunakan di atas panggung, synth analog lainnya yang kemudian dapat saya buatkan efek dalam satu antarmuka, di mana saat ini belum saya miliki. Jika saya ingin melakukan high-pass filter pada sekelompok alat musik saya, saya harus pergi ke semua mesin khusus itu, atau jika saya ingin memasukan delay (jeda) pada bagian tertentu, maka saya juga harus pergi ke masing-masing mesin tersebut secara individu. Untuk dapat melakukan semua hal itu dari satu antarmuka saja akan sangat bagus untuk saya.

Mampu menggunakan kedua perpaduan musik utama, paduan tambahan, mampu membuat antri efek tersebut… terdengar seperti saya hendak menjualnya. Namun, saya suka pada alat yang tidak tampak seperti hendak memasukkan semua kemungkinan ke dalamnya terlalu cepat. MX-1 ini adalah satu-satunya perangkat yang saya lihat baru-baru ini yang tampaknya tidak membatasi Anda. Ini bukan hanya sekedar, ‘Yah, alat itu mengirim clock source. Alat tersebut tampaknya melakukan begitu banyak hal.

Jika Anda ingin menggunakannya sebagai pengontrol hub untuk komputer Anda atau jika Anda ingin mampu menempatkan semua audio melalui satu perangkat, hanya ingin membuat sekuens atau menyinkronkan berbagai hal, atau hanya mengontrol elemen yang berbeda dari itu, semua fungsi itu ada di sana, bagi saya adalah benar-benar menarik. Kemungkinan untuk dapat mengambil sesuatu di atas panggung dan kemudian dapat memprosesnya sesuai cara yang dibayangkan dalam kepala Anda, tanpa harus pergi ke tempat lainnya, ya, saya biasanya memerlukan lima alat musik berbeda untuk hanya dapat melakukan hal-hal itu!

Tentu saja, kami hanya membuatnya semudah mungkin untuk Anda karena Anda punya begitu banyak hal yang terjadi di panggung sana ketika Anda melakukan pertunjukkan langsung.

Ya, saya melihat cara itu ditata sedemikian rupa sehingga memiliki pendekatan yang cukup sederhana. Tidak sulit untuk mendapatkan ide di kepala Anda dan setelah Anda memahami dasar-dasar pengetahuan tentang step sequencing (pengurutan langkah-langkah dalam membuat musik), memiliki fitur mute (mematikan suara) dan kontrol volume khusus, dan cara lampu indikator bekerja untuk menunjukkan kepada Anda hal-hal apa saja yang sedang terjadi di atas panggung. Itu jelas menjadi masalah.

Saya teringat ketika saya mulai bekerja, saya menemukan alat musik yang tidak memiliki lampu indikator sama sekali – bahkan beberapa alat musik Roland yang lebih tua seperti 707 tidak memiliki layar yang disertai pencahayaan. Jadi dalam pertunjukan, kami tidak tahu apa yang sedang dilakukan alat itu. Anda melakukan segalanya dengan telinga, di mana cukup bagus sampai batas tertentu, namun ketika Anda melakukan sesuatu yang berbasis mix-based (perpaduan musik), menurut saya memiliki pencahayaan benar-benar menjadi kunci untuk hal itu. Ada satu hal, saya suka pertunjukkan saya memiliki pencahayaan remang-remang sehingga pertunjukkan tersebut lebih menonjolkan musik dibanding harus melompat-lompat di dalam pertunjukkan. Untuk itu, bagi saya memiliki peralatan musik yang dapat menyala lampunya berarti saya tidak perlu terlalu menyalakan lampu di panggung hanya untuk dapat melihat sesuatu.

Senang mendengar antusiasme Anda terhadap peralatan musik baru. Beralih ke topik lainnya. Bila Anda memiliki besok memiliki hari libur dan dapat membuat trek musik dengan siapa pun, siapakah orang itu?

Itu selalu menjadi pertanyaan yang sulit. Bagi saya, saya suka bekerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian yang sangat berbeda dengan saya. Saya adalah penggemar berat Kendrick Lamar dan saya membayangkan dapat bekerja dengan seseorang seperti dia yang akan mengajari saya sesuatu yang sama sekali berbeda. Hal favorit saya, di mana tampak jelas dari album dan barang-barang saya, yaitu menemukan hal-hal yang tidak selalu sesuai untuk orang lain, Anda tahu? Kolaborasi yang tampaknya tidak dilakukan dengan benar. Itu hanyalah musik yang saya sukai, dan saya memiliki firasat bahwa saya bisa bekerja dengan seseorang dan menciptakan sesuatu yang unik, sesuatu di mana dua dunia tersebut saling bertabrakan.

Di pesawat dalam perjalanan ke sini, saya membaca artikel wawancara bersama Anda di mana mereka memuji tentang trek musik Anda, New Dorp, yang mungkin merupakan salah satu lagu yang paling aneh. Lagu tersebut dimulai dengan bass line yang menakjubkan tetapi kemudian tidak berjalan sekomersial seperti yang mungkin dipikirkan orang-orang…

Saya hanya tidak punya cara untuk mengetahui apa yang saya buat di studio. Saya tidak memiliki set aturan yang ditetapkan, saya tidak memiliki, misalnya, format standar untuk menulis musik. Ketika saya bekerja dengan satu kolaborator, itu hanya akan menjadi apa yang kita ciptakan pada saat itu. Satu hal yang saya ketahui yaitu bekerja dengan kolaborator tersebut, seperti dengan Ezra di trek itu, itu adalah proses satu-demi-satu. Kami tidak memiliki penulis lagu lain yang terlibat. Tidak ada orang lain yang mendikte kami. Kami tidak memiliki perusahaan rekaman yang berkata, “Yah, Anda harus membuat ini menjadi sesuatu yang lebih, Anda membutuhkan kait yang lebih besar atau sesuatu yang lain”. Itu saja yang saya lakukan pada saat itu.

Jamie XX berkata dalam wawancaranya bahwa ketika dia pergi ke Amerika Serikat dan melakukan suatu hal bersama Drake, itu adalah hal yang bagus untuk mendapatkan masukan, namun dia tidak memerlukan dua puluh orang untuk berkata kepadanya bagaimana cara membuat rekaman yang hit (populer).

Ya benar! Menurut saya setiap artis yang saya cintai umumnya memiliki pendekatan sejenis itu. Mereka punya kebebasan dan kemampuan untuk melakukan hal yang mereka sukai dalam musik. Kontemporer seperti Caribou, Flying Lotus, Little Dragon – Mereka semua adalah musisi yang sangat saya hormati karena idealisme mereka dan cara mereka menciptakan musik. Dan juga, mereka semua adalah artis yang mengaburkan garis pembatas antara hal yang mereka lakukan di studio dan hal yang dilakukan di pertunjukan langsung, dua dunia yang berbeda dan sangat menarik.

Bisakah Anda memberi tips kepada komunitas Roland mengenai cara menciptakan musik yang unik?

Cara saya memulainya sangat banyak dipengaruhi oleh pembelajaran saya bersama rekan-rekan saya atau orang-orang yang saya hormati sebagai artis. Itu langkah pertama saya. Jika saya bisa menciptakan sesuatu seperti para artis lainnya maka itu akan memberi saya pengetahuan untuk melampaui itu. Menurut saya, jika Anda belajar tentang sebagian besar hal yang Anda cintai dari musik dan mempelajari semuanya tentang mereka, maka robeklah buku aturan yang ada, kemudian mulai dari awal dan ambil bagian unik dari semua dunia kecil tersebut dan juga berbagai pengaruhnya yang berbeda.

Jika Anda hanya tahu tentang mereka tetapi tidak dapat menciptakannya, maka itu adalah hal yang sangat berbeda. Jika Anda duduk di samping synthesizer analog dan Anda mempelajari semua fungsinya dan Anda tahu bagaimana cara menciptakan perbedaan antara pad yang bagus, nyata dan bassline yang renyah, dengan beberapa putaran pada beberapa kenop, maka Anda akan dapat menciptakan dunia apapun yang dapat Anda bayangkan. Musik yang diciptakan hanya tergantung pada telinga Anda sendiri serta cara pendekatan Anda terhadap musik itu. Setiap orang yang pernah bekerja bersama saya, atau para artis yang pernah saya temui, selalu punya cara unik untuk bisa mengubah sebuah suara, Anda tahu?

Dan yang saya sukai, bahkan ketika mereka datang ke studio saya, yaitu meminta mereka pergi ke depan synthesizer dan melihat apa yang mereka ciptakan. Secara umum, setiap orang… bahkan dalam pertunjukan langsung saya ketika saya memiliki kolaborator lain yang berada di atas panggung bersama saya, mereka akan mengubah dan mendapatkan berbagai patch yang sangat berbeda ketika tidak ada preset. Kejadian-kejadian tersebut selalu keren dan unik. Hal itu bagi saya merupakan sejenis kunci. Saya bukan seorang penganut aliran murni, itu setidaknya pendapat saya sendiri. Bila ada pertanyaan tentang jenis alat musik yang saya miliki, maka saya akan menjawab alat musik analog dan elektronik, karena saya menyukai segala sesuatu yang bersifat hibrida (campuran).

Saya akan berkata bahwa 90% dari waktu yang saya miliki akan berada di depan sebuah sequencer, namun disertai banyak synthesizer dan komponen-komponen lain di sekitarnya. Itu bersifat hibrida bagi saya, mulai dari audio dan MIDI, kemampuan untuk memadukan (mix) keduanya, entah berupa plug-in atau dari pertunjukkan perkusi secara langsung ataupun benda-benda seperti mikrofon atau rekaman. Itu adalah segalanya. Dan itu tidak akan berada terlalu dekat dengan suatu genre tertentu. Saya menyukai ide-ide eksperimentasi. Hari ini kita dapat pergi dan melukis gambar yang sama sekali berbeda dengan yang saya lakukan kemarin, tidak hanya berkata bahwa saya akan aman bila mengikuti jalan serta formula yang sama dengan sebelumnya.

Arthur Baker mewawancarai banyak orang untuk film 808 – Apa pendapat Anda tentang 808 yang melahirkan warisan yang luar biasa?

Bagi saya, itu hanya cara yang tampak cocok di ruang apapun tanpa membutuhkan banyak tekstur lain, meskipun jika Anda tidak memasukkan suara lain di dalamnya. Entah itu trek hip-hop yang tersebar di mana-mana atau rekaman techno, Anda tidak membutuhkan info detil besar lainnya untuk secara otomatis merasakan bahwa Anda telah mengisi perpaduan musik tersebut. Hal itu dikarenakan hanya drum tendangan saja sudah dapat mengisi sebagaian besar suara dan area sonik itu.

Apakah hal ini dapat langsung dikenali?

Ya. Sama seperti ketatnya hi-hats dan suara perkusif. Terdapat banyak sekali genre musik yang semuanya terasa sangat berbeda, hanya karena kit itu dapat dimanipulasi dengan begitu banyak cara yang berbeda. Hal lain yaitu bahwa itu tidak terdengar tradisional, dan banyak suara drum lainnya masih berusaha meniru sesuatu yang ada di kehidupan nyata yang membuatnya tampak seperti kit yang sudah terbiasa kita gunakan sampai hari ini. Kit itu digunakan pada segala sesuatunya, bukan? Hal ini terutama terjadi dalam dua tahun terakhir, bahkan lebih dari itu. Saya tidak berpikir ada rekaman hip hop di luar sana yang tidak menggunakan 808.

Kami mendengarkan beberapa DJ kemarin malam dan Anda juga dapat mendengarnya. Itu terdengar seperti, itu 808…

Artis pertama… Aku berada di hotel yang sebelumnya… menjengkelkan bagi saya, kamar saya berada tepat di sebelah ruangan yang akan menjadi tempat saya bermain musik di acara tersebut, yang merupakan hal paling aneh dan artis pertama datang pada pukul sembilan dan secara cepat terdapat 808 …

Kecilkan suaranya, saya sedang berusaha tidur sekarang…!

Saya dapat mendengarnya dengan jelas, rasanya seperti pola 808 tiba-tiba masuk dan itu bukan techno atau apapun, itu hanya semacam hip-hop lambat, dan itu benar-benar menarik untuk melihat seberapa lazimnya dalam genre yang berbeda dan di ruang yang berbeda.

Saya bisa membayangkan bahwa hal itu sedikit tidak dapat dimaafkan jika Anda berusaha untuk tidur…

Saya tidak dibujuk menggunakannya karena popularitasnya, saya umumnya suka menggunakannya di ruangan yang berbeda dan melihat kecocokannya dalam genre yang berbeda, dengan cara yang berbeda. Saya berpikir bahwa itu tidak jadi masalah buat saya dan saya cukup yakin alat musik itu masih memiliki kehidupan. Dalam sepuluh atau lima belas tahun ke depan, akan masih ada cara baru untuk menggunakannya. Bagi saya, sekaranglah saatnya menggunakan kit tersebut dan melihat apakah saya dapat memberikan efek lebih jauh terhadapnya, ambil suara-suara itu dan menyetelnya kemudian melakukan lebih banyak hal dengan itu, bahkan dari suara drum dan yang lainnya secara eksternal.

Rekaman musik terakhir Anda, temanya adalah hewan mistis sehingga saya mencarinya di Google beberapa saat dan menemukan satu yang disebut Abaasy, yang merupakan iblis mistis dengan gigi besi. Pernah dengar yang itu?

Tidak, tidak pernah dengar yang satu itu…

Ada satu makhluk yang disebut Abaia, yang merupakan sebuah belut gaib berukuran besar dari zaman Yunani. Dan kemudian yang terakhir adalah Pollo Maligno, sebuah makhluk Columbia yang tampak berupa roh ayam pemakan manusia. Saya berpikir Anda mungkin menyukai mereka, mungkin dapat memberikan Anda beberapa inspirasi.

Saya menyukai masa ketika tidak mudah mencari sesuatu melalui Google. Ketika imajinasi orang bisa berlari ke sana kemari, karena tidak ada bukti adanya keberadaan sesuatu. Cara seperti itu bekerja seperti dalam musik juga, menurut saya. Gagasan bahwa Anda percaya sesuatu apapun yang Anda inginkan adalah suatu hal yang baru. Jika Anda hanya mendengarkan apa yang menjadi esensinya, Anda akan memproyeksikan pikiran dan gaya hidup Anda sendiri atau apapun itu, pemikiran Anda yang lain akan berpikir tentang cara hal itu dapat bekerja untuk Anda, atau alur cerita Anda sendiri ke dalamnya.

Apakah etos kerja itu membantu Anda merancang sampulnya?

Saya bekerja dengan seseorang yang melakukan semua karya seni, ya. Kami telah berkolaborasi sejak saya memulai karier saya, ke album, ke pertunjukan langsung, ke semuanya, jadi kami berkolaborasi pada elemen-elemen itu. Kami membangun cerita di sepanjang penciptaan musik, bahkan untuk pekerjaan yang kami kerjakan saat ini demi peluncuran album baru pada tahun ini.

Pertanyaan terakhir, saya berjanji. Seperti yang saya ketahui bahwa Anda harus makan sebelum Anda bermain. Jadi, kita berada di Swedia, jelas sekali ada adegan pemandangan yang berbeda di setiap negara, tapi menurut Anda, apa yang sedang terjadi di Swedia?

Saya telah bermain di sini beberapa kali, dan Anda diundang untuk bermain di festival. Itu benar-benar lucu, karena kami kembali ke bandara dan ada pesawat jet jumbo ini dan sebuah hotel di luar bandara Stockholm dan saya seperti…, “Saya pernah melihat itu”. Saya pikir itu ada di Norwegia namun kemudian saya menyadari itu semua ada di sini, dan saya sudah pernah ke sini sebelumnya sekitar dua tahun yang lalu.

Dan ada perahu hostel juga. Apakah Anda melihatnya?

Tidak, tidak. Tapi umumnya Swedia punya begitu banyak artis. Seperti The Knife, mereka adalah salah satu band musik favorit saya sepanjang masa. Dan Little Dragon, tentu saja, adalah kolaborator utama saya, dan mereka pasti selalu me-repped Swedia. Bagi saya, itu adalah jenis suara yang paling mewakilinya. Festival sangatlah berbeda, karena umumnya mereka mengimpor musik ke suatu negara dibanding menampilkan banyak musik dari Swedia. Namun, musik itu bisa tersebar dan dimainkan untuk para pendengar yang berbeda di tempat yang berbeda serta melihat cara mereka bereaksi terhadap lagu yang berbeda, dan melihat musik apa yang dapat diterima dengan lebih baik bagi mereka.

Entah mereka lebih tertarik pada musik yang mengandung bit ambiens yang lebih banyak atau mereka benar-benar tertarik ke, misalnya, Wild Fire atau New Dorp atau musik yang lainnya. Orang-orang di tempat berbeda akan selalu bereaksi dengan cara berbeda, di mana menurut saya menjadi hal yang menyegarkan. Hal ini berarti tidak ada satu suara pun atau satu trek lagu pun yang akan menarik mereka semua ke satu tempat yang sama. Wild Fire bagi saya adalah salah satu lynchpin yang menarik orang-orang di seluruh dunia bila saya memainkannya, dan mereka semua akan tampak sedikit gila. Namun, terdapat lagu lain dalam perpaduan musik yang akan selalu membedakannya. Orang-orang di tempat yang berbeda akan menjadi gila ketika mendengar lagu-lagu yang berbeda.

Wonder Where We Land telah beredar di Young Turks sekarang

http://sbtrkt.com

Kumpulan Artikel Terkait

MASSIVE ATTACK DI STUDIO BERSAMA ROLAND AIRA
WAWANCARA ARTIS ROLAND – UNDERWORLD
PEDOMAN UTAMA UNTUK AIRA MX-1
PEDOMAN UTAMA UNTUK AIRA TR-8 RHYTHM PERFORMER
SERI ICON ROLAND: JUNO-106 SYNTHESIZER
SERI ICON ROLAND: SH-101 SYNTHESIZER

Related Products

SPD-SX
MX-1
RE-20
VT-3
TR-8

Related Posts

Alpine
News & Views

Wawancara ALPINE

Padaakhirtahun2012, band musiksix piece electronic pop Melbourne, Alpine, merilis album debut merekayang berjudul’A is for Alpine’ yang banyakmenuaipujian. Album inimenampilkansebelaslaguyang menggambarkanpemandanganmimpi yang mempesonasecaramurni, sekerendansesejukseperti yang

Read More »
Jamie xx
News & Views

10 menit dengan Jamie xx

DJ, produser, artis solo dan remixer produktif, Jamie xx juga sepertiga dari pemenang Mercury Music Award, The xx. Sementara band ini menyatukan ketukan, break, dan

Read More »
Netsky Live di Fonda Theater di Los Angeles, CA.
News & Views

On the Road dengan Netsky Live

Seorang selebriti di negara asalnya, Belgia dan semakin populer di seluruh dunia, Boris Daenan—yang lebih dikenal sebagai Netsky—telah menerima banyak penghargaan dan penghargaan untuk merek

Read More »
Scroll to Top

SIGN UP TO DOWNLOAD
THIS TD-50 CUSTOM PATCHES

Created by Roland V-Drums specialist Simon Ayton, these patches were designed using the internal factory sounds and many of the techniques covered in the TD-50 guide. Enjoy exploring the possibilities!