Cara Menggunakan Mastering untuk Sound Mix Yang Besar

CARA MENGGUNAKAN MASTERING UNTUK MUSIK PADUAN YANG MEMILIKI SUARA BESAR

Ini adalah skenario umum – Anda memadukan lagu Anda, Anda pikir itu terdengar hebat, kemudian Anda memutar CD atau MP3 Anda bersama rekaman komersial dan tiba-tiba lagu Anda tidak terdengar begitu hebat lagi. Mengapa bisa begitu? Jawaban singkatnya adalah bahwa Anda membandingkan musik paduan Anda dengan salah satu rekaman yang telah melalui tahap ekstra yang dikenal sebagai mastering. Jawaban yang lebih panjang yaitu untuk menjelaskan makna yang sebenarnya dari mastering. [Foto: John Hult].

Dikontribusikan oleh Roland Inggris

Apa itu mastering?
Sebuah mastering house komersial top memiliki berbagai monitor terbaik, banyak boutique processor yang mahal – sering penuh dengan katup bercahaya –akustik yang luar biasa serta seorang engineer (orang yang khusus melakukan pemaduan musik) yang sangat berpengalaman. Pada masa-masa perekaman musik secara analog, mastering engineer hanya perlu memproses audio dengan membuatnya dapat diterjemahkan ke alat musik analog sedemikian rupa sehingga stylus dapat melacaknya tanpa melompat keluar dari alur. Di dalam dunia digital, mastering lebih tentang cara menambahkan polesan dan titik berat ke musik paduan untuk membuatnya tampil lebih menarik secara komersial.

Sepanjang proses, mereka akan menggunakan pengalaman mereka dan kit kelas atas untuk mencoba memperbaiki masalah yang terjadi selama proses pemaduan musik, banyak masalah yang timbul karena adanya pemantauan yang tidak akurat dari studio aslinya, di mana beberapa pengaturan EQ yang baik mungkin diperlukan untuk memperbaiki masalahnya. Jika memproses sebuah album, dirinya juga akan memastikan bahwa trek memiliki keseimbangan nada yang sama dan bahwa level (tingkatan suara) relatif lagu terdengar secara alami. Namun, di dalam dunia unduhan lagu secara individu, poin terakhir ini mungkin tidak begitu penting seperti dulu.

Banyak masalah yang terjadi selama proses pemaduan musik dapat dihindari jika musik paduan aslinya diperiksa ulang dengan menggunakan berbagai headphone berkualitas untuk memastikan bahwa hal itu terdengar seimbang secara tepat, terutama di ujung bass di mana studio domestik dan speaker monitor kecil biasanya paling tidak akurat. Hingga saat ini, masih belum ada ruangan yang dapat menggantikan ruang pemantauan (monitoring) kelas satu, namun headphone yang baik bisa sangat membantu mengungkapkan suara rekaman seperti ketika membawa salinan rekaman keluar menuju mobil Anda ataupun ke ruangan lain yang berbeda. Sebagian orang menggunakan berbagai set speaker monitor untuk berusaha memberikan mereka gambaran keseluruhan namun ini tidak selalu berfungsi sesuai rencana, karena cacat akustik apapun di dalam ruangan dapat mempengaruhi semua speaker yang digunakan di ruangan itu.

Menambahkan Polesan Akhir
Setelah keseimbangan nada dan masalah apapun pada level suara telah teratasi, mastering engineer dapat menambahkan semua rasa ‘berat’ dan ‘polesan’ yang penting. Tidak mengherankan bahwa musik paduan di rumah Anda tampak tidak sebanding dengan rekaman musik komersial yang baik! Di dalam dunia ideal di mana anggaran memungkinkan, Anda seharusnya membawa musik paduan Anda yang telah selesai dikerjakan ke seorang mastering engineer yang profesional. Namun, selama Anda melakukan pemeriksaan ulang pada musik Anda dengan menggunakan sejumlah sistem speaker yang berbeda dan juga headphone yang berkualitas baik, maka Anda akan dapat memperoleh hasil yang sebagian besar sama atas usaha Anda sendiri, baik dengan menggunakan perangkat keras lama ataupun plug-in pada piranti lunak.

Meskipun Anda dapat membeli plug-in ‘kepuasan instan’ yang dapat menangani mastering dengan memberikan Anda berbagai preset untuk dipilih, namun hal ini biasanya kurang ideal karena pencipta preset tersebut tidak tahu seperti apa musik paduan Anda yang sebenarnya atau masalah apa yang mungkin terjadi padanya! Akan jauh lebih baik untuk memahami prosesnya terlebih dahulu dan kemudian menerapkannya pada musik paduan Anda sebagaimana mestinya. Namun, sebelum kita masuk ke bagian ‘bagaimana caranya’, saatnya untuk mengklarifikasi sebuah kata peringatan yakni ‘buat suaranya benar-benar keras’ yang sering saya dengarkan.

Membuat musik paduan yang terdengar sangat keras mungkin tidak benar-benar membantu Anda karena saat ini banyak penyiar dan perusahaan pengunduh lagu menggunakan sesuatu yang disebut loudness normalization (normalisasi suara nyaring) untuk mengatur level suara dari trek-trek yang diputarkan untuk terdengar sekonsisten mungkin. Proses ini menganalisis trek dengan suatu cara yang sama seperti cara kerja sistem pendengaran manusia – ini tidak hanya melihat level peak atau RMS (Root Mean Square) saja.

Makna yang diberikan oleh hal tersebut dalam istilah praktis yaitu bahwa jika Anda benar-benar ‘menghancurkan’ musik paduan Anda dengan cara membuatnya terdengar luar biasa keras, maka sistem pemutar musik akan secara sederhana menurunkan levelnya, dan dalam berbagai kemungkinan, musik paduan Anda akan terdengar kurang kuat dibanding rekaman lain yang ditangani dengan sedikit lebih menahan diri, karena proses ‘membuatnya terdengar keras’ ketika dilakukan secara ekstrim akan melucuti semua dinamika dari musik tersebut.

Dasar-Dasar Home Mastering
Jika musik paduan Anda sudah terdengar cukup bagus, maka terdapat beberapa tindakan penanganan yang cukup standar yang dapat Anda terapkan untuk membuat musik paduan terdengar lebih keras dan lebih padat tanpa ‘meremas kehidupan’ darinya. Dibanding menggunakan sebuah equaliser yang baik, yang mungkin perlu Anda tangani yaitu ketidakseimbangan nada. Alat utama yang digunakan dalam hal ini hanyalah sebuah kompresor dan limiter.

Limiter selalu ditempatkan di akhir rantai proses dan tugasnya adalah untuk memastikan bahwa audio tidak akan pernah diizinkan untuk clip. Pada kenyataannya, jika Anda berencana untuk meluncurkan lagu Anda dalam format MP3, ada baiknya untuk mengatur limiter untuk mencegah apapun yang melebihi -2dB (Digital Full Scara/Skala Penuh Digital atau DFS), karena proses konversi MP3 kadang kala dapat menambahkan 1 atau 2 dB pada level suara. Jika file audio Anda diizinkan untuk mencapai peak pada 0dB DFS, maka clipping dapat terjadi ketika Anda mengonversinya ke format MP3. Saya akan kembali lagi ke pengaturan limiter lainnya dalam beberapa saat.

Sebelum limiter ditambahkan, tugas dari sebuah kompresor adalah untuk mengurangi level suara yang melebihi level ambang batas (threshold level) tertentu. Dengan kata lain, kompresor akan secara otomatis menurunkan level suara yang ‘terlalu keras’. Saat melakukan pemaduan musik, kompresi sering digunakan pada trek individual di mana Anda biasanya mengatur ambang batas untuk mengizinkan sinyal mencapai level yang cukup tinggi sebelum kompresor masuk dan mengontrolnya. Pada tahap mastering, kami mengatur kompresor sedikit berbeda.

Karena karakter dari musik paduan lengkap cenderung berubah melebihi (misalnya) satu trek tunggal seperti pada bagian vokal, sebuah kompresor dengan fitur setting Auto Release akan sangat ideal karena ini dapat beradaptasi dengan cara perubahan pada dinamika lagu tersebut. Jika tidak ada pilihan Auto Release, maka atur waktu release selama 200 hingga 400mS. Waktu attack harus diatur dengan cukup cepat namun tidak terlalu cepat karena dapat menghilangkan detil transient. Sebuah settingan yang mungkin mengatur 20 hingga 50mS akan sesuai dengan sebagian besar lagu.

Jika di sisi lain kompresor Anda juga memiliki sebuah settingan Auto Attack, maka cobalah itu. Namun, andalkanlah selalu telinga Anda, bukan pada suara yang dihasilkan oleh sebuah fungsi. Kecuali Anda ingin menghasilkan musik dansa di mana Anda ingin mendengarkan pompaan kompresor, maka rahasia sebenarnya dari pengasaan kompresi yaitu menggunakan rasio kompresi yang sangat rendah, umumnya sekitar 1.2:1, kemudian mengatur ambang batas (threshold) saat mengawasi gain reduction meter milik kompresor tersebut sehingga Anda mendapatkan reduksi gain maksimum berkisar 6dB hingga 12dB tergantung pada jenis musik. Ini biasanya berarti menetapkan ambang batas yang cukup rendah. Musik jenis rock, indie, dan dansa biasanya dapat bertahan pada kompresi yang lebih tinggi dibanding pada musik penyanyi atau musik penulis lagu. Namun, tetap gunakan telinga Anda untuk memutuskan mana yang bekerja dengan baik.

“Menggunakan sebuah settingan kompresor dengan rasio dan ambang batas rendah akan ‘menghancurkan’ sebagian besar rentang dinamis pada musik paduan dengan sangat lembut dibanding dengan hanya banyak ‘menghancurkan’ peak tertinggi.”

Dengan kata lain, suara dengan level yang lebih rendah akan dibuat terdengar sedikit lebih keras dibanding sebelumnya, dan suara level tinggi ditarik ke bawah namun dengan cara yang cukup halus. Gunakan fitur make-up gain pada kompresor (kadang kala disebut dengan output gain) untuk membawa level sinyal peak kembali ke posisi sebelumnya dan Anda akan menyadari musik paduan Anda terdengar sedikit lebih keras.

Limiting Factor 
Sekarang, kita akan masuk ke pembahasan tentang limiter. Tugas dari sebuah limiter yaitu untuk menarik level dari berbagai peak tertinggi yang sangat tinggi ke arah bawah di kisaran beberapa dB, biasanya 2dB hingga 6dB, sekali lagi tergantung pada jenis musik. Limiter bertindak dengan sangat cepat, sehingga tidak ada sinyal yang dapat melebihi level output yang Anda tetapkan dalam threshold control (kontrol ambang batas) pada limiter. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika Anda berencana membuat lagu berformat MP3, maka aturlah threshold limiter menjadi sekitar -2dB.

Anda cukup naikan input gain pada limiter sampai gain reduction meter menunjukkan adanya aktivitas hanya pada peak tertinggi, seperti pada snare yang terdengar keras, dan hanya itu saja. Seperti halnya kompresi, untuk setiap dB yang dibatasi, Anda ‘menarik’ kembali peningkatan satu dB. Untuk itu, dengan menggunakan pendekatan gabungan antara kompresor dan limiter seperti yang telah dijelaskan, maka musik paduan Anda akan terdengar jauh lebih keras dan lebih padat dibanding sebelum mereka diproses.

Menggunakan EQ untuk memperbaiki mix Anda
Jika musik paduan Anda sudah terdengar baik sejak awalnya, maka Anda tidak perlu menggunakan banyak EQ. Namun, jika musik paduan tersebut terdengar kurang hidup, maka cobalah beberapa dB dari 7kHz shelving boost untuk menambahkan ‘udara’. Jika bagian rentang medium terdengar boxy (kotak-kotak), maka terapkan beberapa dB cut (potongan) sekitar 200 hingga 250Hz. Sebuah plug-in penganalisaan spektrum dapat bermanfaat bagi Anda karena dapat menunjukkan bump atau dip secara jelas di dalam respon tersebut, di mana untuk musik paduan pop secara umum seharusnya diturunkan di bawah 30Hz dengan maksimum sekitar 100Hz, jatuh dengan lancar ke arah bagian atas spektrum audio. Sub bass yang berlebihan (sinyal frekuensi rendah yang menutupi speaker Anda dan menghabiskan headroom namun tidak dapat didengar) dapat diatasi dengan menggunakan 18dB/octave high-pass filter yang diatur di sekitar 30Hz.

Trik Mastering Tingkat Lanjut
Beberapa jenis musik dapat terdengar lebih kuat ketika ditambahkan sedikit distorsi, tetapi ini harus dilakukan secara cukup halus untuk tidak terdengar seperti distorsi yang jelas. Beberapa orang menyebutnya ‘kehangatan’. Perangkat atau plug-in yang mengemulasikan suara sirkuit katup atau tape analog sering kali dapat menambahkan ‘berat’ atau ‘kehangatan’ ke musik paduan tersebut. Namun, terdapat jenis pemrosesan lain yang dapat menciptakan hasil yang kuat – pemrosesan paralel.

Jika menggunakan pemrosesan paralel, Anda tetap harus melakukan kompresi dengan rasio rendah dan pembatasan seperti sebelumnya. Selain itu, Anda juga perlu mengatur aux send dari trek. Ini adalah proses yang sama yang akan Anda gunakan jika Anda akan menambahkan reverb atau delay global, namun Anda melakukannya dengan cara menyisipkan sebuah perangkat atau plug-in untuk menambahkan distorsi dan/atau kompresi berat. Saya akan menjelaskan kompresi paralel terlebih dahulu karena ini adalah cara yang sangat umum dilakukan namun efektif untuk membuat trek terdengar lebih keras tanpa menghilangkan detil transien.

Menggunakan kompresi paralel untuk sebuah suara BESAR
Caranya adalah dengan mengatur kompresor yang telah Anda tambahkan dari aux send Anda ke sebuah rasio tinggi (mungkin 6:1 atau lebih tinggi), kemudian menurunkan ambang batas sampai gain reduction meter menunjukkan sesuatu seperti 20dB. Gunakan waktu attack yang cepat dan waktu release yang cepat sehingga ketika Anda mendengarkan output kompresor, suara tersebut akan terdengar sangat melengking dan mungkin sangat tidak menyenangkan. Jika Anda dapat mendengar gain terpompa ke atas dan ke bawah bersama pukulan pada drum tendangan, maka cobalah untuk mengatur waktu release sehingga efek pompaan tersebut memperkuat suara beat pada lagu.

Sekarang muncul bagian yang penting, yaitu memadukan musik dengan hanya sedikit efek-efek itu yang diterapkan pada suara yang sudah terlalu dikompresi (over-compressed sound) dengan sinyal lain yang telah Anda buatkan mastering – mungkin 15dB atau lebih di bawah level sinyal utama. Selama sesi level musik yang keras, seperti pada pukulan drum, kompresi yang telah ditambahkan tersebut akan terdengar tidak signifikan tetapi ketika level suara jatuh, sinyal hyper-squashed akan memperkuat bagian yang berbunyi lebih tenang, seperti reverb decay, sustain (keberlanjutan) drum, dan sebagainya.

Jika Anda melihat audio waveform (bentuk gelombang audio) Anda sebagai sebuah rentang pegunungan, Anda menggunakan kompresi paralel untuk mengisi bagian bawah lembah pada sinyal aslinya, dibanding memangkas sinyal peak seperti yang Anda lakukan menggunakan kompresi in-line konvensional. Hasilnya adalah bahwa Anda tidak kehilangan detail perkusif, tetapi semuanya akan terdengar jauh lebih gemuk.

“Ketika Anda berpikir bahwa Anda sudah selesai, dengarkan hasilnya pada sebanyak mungkin sistem speaker yang berbeda dan bandingkan hasil rekaman Anda dengan rekaman musik komersial yang memiliki gaya yang sama.”

Trik yang sama dapat digunakan dengan sebuah perangkat distorsi sebagai alternatif terhadap sebuah kompresor – atau mungkin sebaik seperti sebuah kompresor. Sekali lagi, hindari untuk menaikkan distorsi secara besar-besaran ke titik yang akan membuat suara menjadi fuzzy, tetapi hanya diatur ke titik di mana suara tersebut terdengar hangat dan sedikit kurang fokus. Saya telah mencoba berbagai variasi tersebut baru-baru ini dengan menggunakan plug-in emulasi speaker gitar sebagai prosesor paralel, yang dapat Anda gunakan sendiri sebagai proses paralel atau setelah sebuah kompresor paralel. Respon frekuensi kabinet gitar menambah penekanan pada rentang bawah sedangkan resonansi kecil yang ditunjukkan pada kabinet tersebut memiliki efek peregangan pada not-not musik pendek, yang membuat suara perkusi terdengar lebih kuat, suara vokal lebih solid dan suara gitar menjadi lebih hangat. Sekali lagi, cukup gunakan effects return slider (tuas geser untuk mengembalikan efek) secara bertahap hingga Anda dapat mendengar suara mulai terisi. Tidak melakukan sesuatu terlalu jauh adalah kunci untuk membuat pemrosesan paralel dalam bentuk apapun dapat bekerja secara efektif.

Ketika Anda berpikir bahwa Anda sudah selesai, dengarkan hasilnya pada sebanyak mungkin sistem speaker yang berbeda dan bandingkan hasil rekaman Anda dengan rekaman musik komersial yang memiliki gaya musik serupa. Sekarang, perbedaan level kekerasan suara akan terdengar tidak terlalu jelas sehingga perbandingannya akan jauh lebih realistis.

Salah satu tips terakhir yaitu melakukan setup kombinasi ‘kompresi lembut ditambah pembatasan’ sebagai sebuah preset ‘pseudo mastering’ dalam piranti lunak perekaman Anda dan menyisipkannya secara sementara saat membandingkan musik paduan Anda dengan rekaman musik komersial. Cara ini akan membuat Anda jauh lebih mudah untuk menemukan permasalahan dalam musik paduan Anda pada tahap sebelumnya, sebelum Anda melanjutkan ke tahap mastering yang serius.

Kumpulan Artikel Terkait

PRODUKSI MUSIK KOMPUTER UNTUK PEMULA BAGIAN 1: PENGETAHUAN DASAR
PRODUKSI MUSIK KOMPUTER UNTUK PEMULA BAGIAN 2: PEREKAMAN DAN KOMPOSISI
10 CARA YANG DIJAMIN UNTUK DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI MUSIK ANDA DENGAN CEPAT
10 CARA LAIN YANG DIJAMIN AKAN DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI MUSIK ANDA DENGAN CEPAT
REKAMAN MUSIK DARI A-Z

Related Posts

Vokoder
Product Guides

Apa itu Vocoder?

Sejarah Vocoder dikembangkan pada tahun 1928 oleh Bell Labs, dan pertama kali ditunjukkan pada tahun 1939 di New York World’s Fair. Penggunaannya yang dimaksudkan adalah

Read More »
Scroll to Top

SIGN UP TO DOWNLOAD
THIS TD-50 CUSTOM PATCHES

Created by Roland V-Drums specialist Simon Ayton, these patches were designed using the internal factory sounds and many of the techniques covered in the TD-50 guide. Enjoy exploring the possibilities!