Merekam Band di Studio Rumah Anda

Rekaman Musik Rumahan

Sebelum rekaman studio rumahan menjadi hal yang biasa, rekaman musik membutuhkan investasi yang cukup besar dalam hal perangkat keras. Studio komersial adalah satu-satunya cara untuk mengakses peralatan rekaman yang canggih. Di dunia saat ini, merekam musik band di rumah menjadi jauh lebih mudah.

Meskipun awalnya bisa tampak menakutkan, menghasilkan perpaduanan musik berkualitas di rekaman studio rumahan Anda adalah tujuan yang dapat dicapai dengan sempurna. Yang diperlukan adalah beberapa pengetahuan perekaman / perpaduan musik, dan beberapa peralatan utama:

– Interface audio
– Software perekaman (DAW)
– Monitor studio
– Penyusunan akustik kamar dasar
– Mikrofon yang cocok

Memilih interface audio home recording

Saat merekam musik band di rumah, Anda akan membutuhkan cara untuk mendapatkan audio berkualitas tinggi masuk dan keluar dari komputer Anda. Sebagian besar antarmuka audio untuk penggunaan studio rumahan terhubung ke komputer melalui USB. Ini memiliki input yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan instrumen elektronik seperti keyboard, gitar listrik atau bass, maupun mikrofon. Mikrofon kondensor memerlukan apa yang dikenal sebagai daya phantom yang merupakan catu daya 48 volt yang disediakan oleh perangkat tersebut di mana berbagai peralatan musik dicolokkan. Anda akan memerlukan antarmuka yang dapat menyediakan daya phantom jika Anda berencana untuk menggunakan mikrofon kapasitor atau kotak DI (Direct Injection) aktif.

MIDI

Antarmuka audio yang paling sederhana hanya memiliki satu atau dua input audio dan sepasang output audio untuk mengendalikan monitor Anda. Dalam sebagian besar kasus, antarmuka audio ini juga dilengkapi output headphone. Ini adalah hal yang penting bila Anda ingin mendengarkan suara paduan milik Anda tanpa gangguan dari ruang akustik. Gunakan keyboard pengontrol MIDI untuk mengakses instrumen perangkat lunak yang disertakan oleh perangkat lunak rekaman Anda (atau ini dapat dibeli sebagai aplikasi tambahan (add-on plug-in) dari pihak ketiga). Namun, hal ini berarti antarmuka audio pilihan Anda juga perlu menyertakan port MIDI In dan MIDI Out. Port ini tersedia sebagai soket DIN 5-pin sehingga Anda dapat menyambungkan kabel MIDI Anda langsung ke dalam perangkat tersebut. Beberapa keyboard pengontrol dapat terhubung langsung melalui USB namun memiliki port MIDI standar akan selalu berguna. Hal ini akan membuatnya lebih mudah untuk menghubungkan modul suara eksternal atau synthesizer di studio rumahan rekaman Anda.

Input/Output

Antarmuka audio yang paling sederhana hanya memiliki satu atau dua input audio dan sepasang output audio untuk mengendalikan monitor Anda. Ini adalah hal yang penting bila Anda ingin mendengarkan suara paduan milik Anda tanpa gangguan dari ruang akustik. Namun, jika Anda merekam musik band di rumah, Anda memerlukan antarmuka audio yang lebih canggih.

Studio Capture dapat merekam hingga 16 input pada saat yang sama, 12 di antaranya dapat menjadi mikrofon. Antarmuka audio ini juga menyediakan hingga 10 output di samping monitor utama untuk mentranmisikan sinyal ke speaker Anda. Anda mungkin tidak akan secara langsung menggunakan semuanya. Namun, ini berarti Anda akan siap untuk menjelajahi suara surround dan imersif ketika saatnya tiba.

Hal ini juga akan memberi Anda lebih banyak kebebasan dalam menghubungkan prosesor studio perangkat keras bila Anda inginkan. Adanya 16 input akan sangat berguna bahkan untuk grup band yang kecil. Anda mungkin ingin menggunakan banyak mikrofon di sekitar drum kit. Bila Anda menyadari bahwa Anda membutuhkan lebih banyak input, maka Anda dapat menghubungkan dua di antaranya untuk menggandakan jumlah input Anda. Hal praktis lainnya yaitu adanya meteran di panel depan. Komponen ini akan membuat pengawasan level sinyal secara mudah di studio rumahan Anda.

Audio Interface Apa Yang Tepat Untuk Anda?

Input Gain

Dalam Studio Capture terdapat berbagai alat untuk membuat perekaman musik band di rumah menjadi semudah mungkin. Dengan perangkat perekaman apa pun, Anda dapat mengatur level penguatan input sehingga Anda dapat merekam level sinyal yang sehat. Level yang terlalu tinggi akan menciptakan distorsi, sedangkan level yang terlalu rendah akan membuatnya menjadi terlalu tenang. Studio Capture dilengkapi dengan fitur Auto-Sens yang secara otomatis mengatur level penguatan input untuk Anda. Biarkan fitur tersebut aktif saat Anda berlatih bagian yang akan Anda rekam. Fitur ini akan belajar dari apa yang Anda mainkan dan mengatur level penguatan input untuk Anda berdasarkan bagian yang berbunyi paling keras yang ‘didengarnya’.

Teknik Home Recording Untuk Band

Sekarang saatnya memperkenalkan sebuah kata yang mungkin telah Anda dengar dalam konteks perekaman musik band di rumah — latensi. Komputer bekerja dengan sangat cepat namun masih ada sedikit jeda antara sinyal data yang Anda masukan dan hasil yang dikeluarkan. Tingkat latensi terutama tergantung pada ‘ukuran penyangga (buffer size)’. Bagian ini adalah penampung data berukuran kecil yang digunakan oleh komputer untuk memastikan bahwa tidak ada jeda dalam aliran data audio ketika komputer mengalihkan kerjanya ke sesuatu yang lain, seperti mengakses piranti keras atau memperbarui grafik layar.

Caranya adalah dengan menggunakan ukuran buffer terkecil di mana sistem Anda akan tetap berjalan dengan baik tanpa henti atau terdapat gangguan dalam output audio. Namun demikian, beberapa efek plug-in dan instrumen meningkatkan latensi dasar sehingga mereka paling baik dimatikan sampai Anda tiba ke tahapan akhir untuk melakukan perpaduan musik. Latensi tidak berpengaruh saat memadukan musik, hanya ketika melakukan overdubbing (merekam suara tambahan pada rekaman yang sudah ada) bagian-bagian yang baru. Anda dapat menggunakan semua plug-in favorit Anda saat memadukan musik dan mengatur ukuran buffer setinggi yang Anda butuhkan.

Para insinyur Roland telah membuat kemajuan menggunakan teknologi VS Streaming Driver mereka untuk menjaga keandalan dan membuat latensi serendah mungkin. Terdapat sebuah kontrol pemantauan langsung yang memungkinkan input untuk dapat didengar di headphone atau output speaker (atau perpaduan input langsung dan sinyal apa pun yang kembali dari komputer) saat perekaman. Hal ini berarti Anda tidak akan mendengar adanya latensi. Hal tersebut akan menjadi sangat berguna ketika merekam musik band di rumah.

Mix Headphone Grup Band

Vokalis sering tampil lebih baik jika mereka memiliki sedikit gema (reverb) di headphone mereka. Untuk itu, Roland telah menyertakan DSP reverb sebagai bagian dari UA1610 yang dapat diterapkan pada sinyal monitor langsung. Jika pemain yang berbeda membutuhkan perpaduan headphone yang berbeda, tidak masalah! Piranti lunak Control Panel memungkinkan Anda untuk mengatur empat paduan headphone yang berbeda — cukup sambungkan kanal output yang sesuai ke amplifier headphone Anda sendiri.

Mengapa ada empat paduan headphone yang berbeda? Musisi yang berbeda biasanya ingin mendengar keseimbangan yang berbeda dari musisi lainnya. Sebagai contoh, vokalis perlu mendengar konten harmonik dan vokalis lainnya ingin mendengar konten yang jelas. Namun, pemain drum dan bass mungkin tidak memiliki prioritas setinggi itu. Pemain bass membutuhkan lebih banyak hasil dari pemain drum. Meluangkan waktu untuk mengatur perpaduanan headphone yang tepat bagi setiap pemain musik dapat membuat pertunjukkan musik yang jauh lebih baik.

HEADPHONE APA YANG TEPAT UNTUK SAYA?

Playing Guitar

Kualitas Sound dalam Home Recording

Kualitas suara berkaitan dengan kualitas dari perangkat analog maupun elektronik, seperti mikrofon preamps, serta format perekaman audio digital. Saat ini, setiap perangkat audio yang serius perlu merekam audio pada resolusi 24-bit. Sample rate (laju sampel) CD standar adalah 44.kHz.  Mereka yang sangat serius tentang kualitas suara dapat memilih untuk merekam pada dua kali atau bahkan empat kali lipat dari sample rate ini. Banyak antarmuka mendukung sample rate hingga 96kHz namun Studio Capture dapat berjalan hingga 192kHz bila Anda perlu. Bahkan pada sample rate dasar sebesar 44.1kHz, kualitas perekaman audio secara signifikan lebih baik daripada mesin pita yang paling mahal sekalipun.

Driver piranti lunak (tersedia untuk Windows dan macOS) hadir pada CD ROM. Jika komputer Anda tidak memiliki drive CD ROM, Anda dapat mengunduh versi terbarunya dari situs web Roland. Piranti lunak ini juga mencakup panel kontrol di layar (on-screen control panel) untuk memberikan akses mudah ke parameter apa pun yang mungkin perlu Anda sesuaikan.

Memilih Software Home Recording (DAW)

Terdapat berbagai pilihan piranti lunak perekaman untuk macOS dan Windows, mulai dari paket ‘lite (ringan)’ yang relatif sederhana hingga produk pro yang sangat canggih. Kami menyebutnya sebagai DAW atau Digital Audio Workstations, dan sebagian besar akan bekerja secara mulus bersama Roland Studio Capture. Setiap kali seseorang bertanya kepada saya mana yang harus mereka beli, saya biasanya memberi tahu mereka untuk melihat apa yang digunakan teman-teman mereka. Dengan begitu, mereka mendapatkan ‘dukungan teknologi’ gratis saat mereka masih merasa ragu.

Selain itu, jika Anda berencana menambahkan instrumen vokal atau akustik, Anda akan memerlukan setidaknya satu mikrofon. Untuk mendengarkan apa yang telah Anda rekam, Anda juga memerlukan beberapa headphone yang akurat dan sepasang speaker monitor studio. Monitor studio “aktif” adalah pilihan paling umum di samping semua perangkat elektronik yang diperlukan, termasuk amplifier yang dipasang langsung ke kabinet speaker. Ini membuat pengaturan studio rumahan menjadi sangat mudah.

Monitor Studio Rumah dan Ruang Akustik

Bila studio rumahan Anda didirikan di ruang domestik kecil, jangan tergoda untuk membeli speaker dengan ujung bass yang luar biasa mengesankan. Speaker ini cenderung menciptakan hasil yang menyesatkan di ruangan kecil. Untuk kamar dengan panjang hingga 3 meter, saya menyarankan monitor dengan diameter driver bass berukuran antara 4 sampai 6 inci. Untuk kamar dengan panjang hingga 5 meter, sebuah monitor dengan diameter driver bass antara 6 sampai 8 inci akan lebih sesuai. Sistem audio dengan subwoofer besar hanya cocok untuk ruang studio yang besar.

Pengaturan Speaker

Atur sistem speaker Anda secara simetris sebisa mungkin. Hindari menempatkan monitor di bagian sudut karena dapat menyebabkan masalah dengan frekuensi bass. Dudukan monitor dapat meningkatkan suara di mana monitor didirikan di atas meja. Dudukan tersebut juga dapat membantu menempatkan speaker pada ketinggian yang tepat untuk telinga Anda. Idealnya, tweeter harus diarahkan ke dahi Anda ketika Anda bersandar di kursi Anda. Hal ini sering kali dapat dicapai dengan mengatur sudut kemiringan dudukan speaker. Hindari penggunaan dudukan speaker yang mudah goyang karena monitor speaker perlu dipasang pada sesuatu yang stabil untuk memberikan kinerja terbaik mereka. Sebagian besar monitor hadir dengan saran yang berguna tentang peletakkan posisi yang tepat. Untuk itu, bacalah selalu buku pedomannya. Mungkin terdapat panel kontrol belakang yang dapat diatur settingannya sesuai dengan jenis kamar dan posisi speaker Anda.

Pengaturan Studio Rumah

Cara Anda mengatur penempatan posisi di dalam kamar Anda dapat membuat perbedaan besar atas akurasi monitor Anda. Di dalam ruangan domestik berukuran kecil hingga sedang, selalu atur monitor untuk mengarah ke bawah sumbu terpanjang dari ruangan. Kamar berbentuk persegi cenderung menghasilkan lebih banyak ketidakmerataan respon dari bass monitor, terutama jika lebar ruangan mirip dengan ketinggiannya. Bila Anda harus bekerja di ruangan berbentuk persegi kecil, selalu gunakan headphone untuk mengonfirmasi hasil dari ujung bass dalam perpaduan musik Anda. Berhati-hatilah bila Anda mendengarkan musik di tengah-tengah ruangan berbentuk persegi kecil. Volume bass yang Anda dengar dari speaker Anda cenderung berkurang dibanding level bass nyata yang ada dalam perpanduan musik Anda.

recording

Mengontrol Respon Frekuensi

Tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk mengatur respon bass speaker yang ditempatkan di dalam kamar kecil. Namun, mengendalikan frekuensi menengah dan tinggi lebih mudah dan layak dilakukan di rumah. Solusi paling sederhana adalah menggunakan panel busa akustik setebal antara 50 dan 100mm. Anda hanya perlu beberapa benda tersebut untuk membuat perbedaan besar dan tempat terbaik untuk meletakkan benda tersebut yaitu pada tempat yang disebut dengan titik cermin (mirror point). Jika Anda memiliki seorang teman untuk memegang cermin datar di depan dinding ketika Anda duduk di tempat di mana Anda terbiasa melakukan perpaduan musik, di posisi mana pun Anda dapat melihat pantulan dari salah satu speaker, di situlah tempat penempatan panel akustik yang cocok. Umumnya hal ini berarti memiliki panel di kedua sisi Anda sesuai ketinggian kepala dan sedikit mengarah ke depan posisi Anda di mana satu atau dua panel lainnya ditempatkan di belakang speaker.

Terdapat sebuah manfaat lain untuk menempatkan dua panel di dinding belakang bila belum ada rak atau furnitur. Di kamar dengan langit-langit yang rendah, sebuah panel tambahan yang ditempatkan di mirror point langit-langit di atas Anda dapat membantu.

Meskipun Anda dapat meletakkan panel busa ke dinding menggunakan perekat semprot, melepaskan benda tersebut bisa menjadi pekerjaan yang sulit. Salah satu solusinya yaitu dengan melekatkan beberapa CD lama ke bagian belakang panel yang dekat dengan tepian atas. Kemudian gantungkan panel menggunakan beberapa pin atau sekrup, diposisikan sejajar dengan lubang tengah CD.

Merekam dan Mixing Vokal di Rumah

Melacak vokal di studio rekaman rumahan Anda sebenarnya tidak sulit. Dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan untuk mengurangi pantulan suara dari sekitar ruangan, bunyi boxy (impresi bunyi pada ruangan persegi) pada rekaman musik Anda akan terdengar lebih sedikit. Selalu gunakan pop screen (penyaring pop) di depan mikrofon. Bila tidak, benturan udara ketika mengucapkan bunyi P dan B dapat menyebabkan popping keras yang hampir tidak mungkin dihilangkan pada tahap berikutnya.

Dalam hal memilih mikrofon untuk merekam suara vokal, silakan lihat bagian “Dasar-Dasar Mikrofon” di bawah ini.

Anda mungkin pernah melihat layar lengkung komersial yang berada di belakang mikrofon. Benda ini dirancang untuk membantu menghilangkan ruang akustik. Benda tersebut dapat membantu, namun dalam pengalaman saya, yang menyebabkan timbulnya masalah paling besar yaitu adanya refleksi dari dinding di belakang Anda. Solusi mudahnya yaitu atur tiang mikrofon tiang cadangan dalam bentuk T di belakang penyanyi dan menggantungkan duvet (semacam selimut) di atasnya. Benda ini akan sangat membantu menjernihkan suara, karena meningkatkan kompresi lebih jauh ke bawah garis aturan hanya akan menyebabkan akustik yang buruk. Anda juga dapat meletakkan screen (atau duvet lain) di belakang mikrofon karena setiap tindakan akan cukup membantu.

Merekam Sound Instrumen lain di Home Studio Anda

Untuk merekam instrumen akustik seperti gitar, Anda akan menemukan banyak saran secara on-line dan dari majalah. Saya menyarankan Anda untuk bereksperimen lebih lanjut untuk menemukan tempat terbaik meletakkan mikrofon. Cara ini akan bervariasi tergantung pada instrumen itu sendiri dan pada ruang akustik. Bila Anda mendengarkan musik melalui headphone saat Anda memindahkan mikrofon, Anda akan segera menemukan ‘sweet spot’ ajaib itu. Semakin banyak upaya yang Anda lakukan untuk mendapatkan suara yang tepat dari sumbernya, semakin sedikit Anda harus mengandalkan plug-in untuk menyelamatkan rekaman musik yang buruk.

Plugin

Meskipun ada ratusan plug-in yang dapat melakukan semua jenis hal yang menakjubkan, namun terdapat empat di antaranya yang perlu Anda fokuskan, yaitu Equalization (EQ), Compression, Delay / Echo dan Reverb. Bila Anda telah menangani rekaman musik Anda dengan baik, maka Anda tidak membutuhkan banyak EQ untuk membuat semuanya terdengar baik. Namun, EQ ini dapat membantu, dengan cara menggunakan EQ low-cut untuk menghilangkan frekuensi rendah yang tidak diinginkan. Frekuensi ini mungkin termasuk suara seperti napas vokal, melewati lalu lintas atau getaran lantai. Cara mudah untuk mengatur EQ ini yaitu dengan meningkatkan frekuensi filter low cut Anda secara bertahap sampai Anda dapat mendengarnya mempengaruhi suara atau instrumen yang direkam, kemudian diturunkan sedikit. Cara ini adalah trik yang sederhana namun akan membuat perpaduan musik Anda terdengar jauh lebih jernih.

Recording microphone

Efek Berbasis Waktu

Reverb dan echo (gema) dapat membuat vokal terdengar lebih alami bersama instrumen pendukungnya.  Namun, berhati-hatilah bahwa terlalu banyak reverb dapat menghilangkan rasa kehadiran dan kedekatan dalam bagian vokal. Teknik umum yaitu menggabungkan sebuah instruksi delay (jeda)/echo (gema) yang sangat halus dengan sedikit reverb. Bereksperimen dengan cara ini mungkin perlu sedikit waktu. Selalu lakukan penyesuaian akhir untuk efek dan EQ ketika sedang memainkan seluruh trek musik. Cara musik terdengar dalam mixing (perpaduan) akhir akan tergantung pada suara lain apa yang dimainkan pada saat yang bersamaan. Suara yang terdengar seperti kebanyakan menerapkan efek dalam isolasi mungkin akan terdengar kurang besar (atau kurang banyak) ketika semuanya dimainkan secara bersamaan.

Kompresi

Kompresi digunakan untuk meratakan level suara seperti vokal, gitar akustik dan bass. Anda dapat menganggap kompresor sebagai sesuatu yang mengurangi perbedaan level antara suara tenang dan suara keras. Hal ini dapat bantu menciptakan suara yang lebih merata namun juga dapat menimbulkan ambien ruangan dan suara bising di latar belakang. Untuk alasan tersebut, janganlah melakukan kompresi secara berlebihan — gunakan mix automation (otomatisasi perpaduan) DAW Anda untuk mengeluarkan suara yang terburuk dari adanya perubahan level. Menambahkan kompresi setelah langkah ini akan memberi trek Anda polesan akhir.

Kompresor yang umum ditemukan memiliki kontrol ambang batas untuk mengatur batas level kompresi awal. Bila berada di bawahnya, maka tidak akan ada perubahan yang diterapkan. Setelah sinyal berada di atas ambang batas, kontrol rasio akan menetapkan jumlah penurunan penguatan yang diterapkan. Semakin tinggi rasionya, semakin kuat pula efek kompresinya. Kontrol attack dan release mengatur kecepatan kompresor merespon perubahan level input.  Namun, Anda akan sering menemukan preset atau saran pengaturan untuk aplikasi yang berbeda. Dalam kasus ini, satu-satunya kontrol yang masih perlu Anda sesuaikan yaitu ambang batas. Semakin rendah ambang batas, maka akan semakin banyak penurunan penguatan diterapkan karena lebih banyak sinyal di atas ambang batas. Umumnya terdapat make-up gain control untuk mengembalikan level keseluruhan yang hilang karena kompresi.

Balance

Ketika Anda mendapatkan pengalaman dalam perpaduan musik, hal utama yang harus difokuskan yaitu keseimbangan antar-bagian. Untuk menghindari peningkatan level, umumnya cara yang terbaik adalah menurunkan level bagian yang terlalu keras.  Langkah ini dapat membantu Anda dengan cara memulainya hanya dengan bass dan drum untuk membuat fondasi yang kuat untuk perpaduan musik Anda, kemudian tambahkan bagian lain sesuai kebutuhan. Saya lebih suka memasukkan vokal di tahapan yang cukup awal sehingga ketika suara instrumen lain dimasukkan, suara vokal tersebut tidak terganggu oleh suara instrumen yang lain. Salah satu tips yang sering disarankan oleh para profesional yaitu mendengarkan keseimbangan secara keseluruhan dari luar ruangan dengan pintu terbuka. Suara apapun yang terdengar terlalu keras atau terlalu tenang akan secara langsung terdengar jelas!

Terakhir, selalu periksa perpaduan musik Anda satu atau dua hari kemudian pada berbagai sistem speaker yang berbeda sebanyak mungkin, termasuk sistem stereo di dalam mobil. Cara ini dapat menampilkan permasalahan keseimbangan yang mungkin disebabkan oleh akustik studio Anda. Sekarang, Anda dapat kembali lagi dan mengubah perpaduan musik Anda bila diperlukan.

Dasar-Dasar Mikrofon

Terdapat tiga jenis mikrofon dasar: moving coil dynamic, capacitor (juga disebut condenser) dan ribbon. Mereka semua melakukan pekerjaan dengan mengubah suara menjadi sinyal elektrik namun bekerja dengan prinsip yang berbeda serta memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Saat merekam musik band di rumah, ada baiknya untuk mengetahui perbedaan penerapannya!

Dinamika

Saat merekam musik di studio rumahan, mikrofon dinamis dapat sangat berguna. Yang paling umum dari mikrofon tersebut yaitu moving coil dynamic microphones. Mikrofon jenis ini sangat populer dalam pertunjukkan suara langsung karena keterjangkauannya, konstruksi yang kuat dan rendahnya daya listrik yang diperlukan untuk beroperasi. Sebagian besar mikrofon jenis ini mulai menjadi tidak efisien pada frekuensi di atas 16kHz atau lebih karena inersia di bagiannya yang bergerak. Meskipun begitu, mikrofon ini populer untuk merekam suara drum, gitar elektrik, instrumen kuningan dan juga suara vokal.

Kapasitor

Mikrofon kapasitor sangat populer untuk perekaman studio karena mikrofon ini  merespon frekuensi audio tinggi jauh lebih baik daripada moving coil microphone. Sirkuit elektronik diperlukan untuk menghasilkan sinyal audio dari gerakan diafragma, itulah sebabnya mikrofon kapasitor membutuhkan daya listrik besar untuk beroperasi. Sebagian besar mikrofon preamp, mixing console (konsol pemadu musik), dan antarmuka audio profesional dengan input mikrofon menyediakan daya phantom 48V yang disalurkan melalui kabel mikrofon XLR standar (seimbang). Perhatikan bahwa mikrofon katup atau tabung selalu memiliki catu daya tegangan tinggi eksternal mereka sendiri, sehingga daya phantom tidak diperlukan.

Sebagai aturan yang sangat umum, mikrofon kapasitor diafragma kecil digunakan untuk perekaman suara instrumen di mana tingkat akurasi yang lebih tinggi diperlukan. Model diafragma besar cenderung memiliki lebih banyak ‘karakter’ nada bawaan dan sering dipilih untuk rekaman vokal.

Ribbon

Mikrofon pita kurang populer dibanding kapasitor atau moving coil microphone. Hal ini dikarenakan mikrofon tersebut menghasilkan output listrik yang sangat rendah dan kurang kuat. Keunggulan dari mikrofon ini yaitu dapat menghasilkan suara high end yang lebih halus dibanding mayoritas mikrofon kapasitor. Hal ini membuat mikrofon tersebut populer untuk beberapa gaya vokal dan drum overhead, karena mikrofon tersebut dapat menghasilkan brash cymbal sound yang lebih sedikit dibanding mikrofon kapasitor.

Polar Patterns

Cara mikrofon merespon suara yang berasal dari berbagai arah yang berbeda yaitu dengan didefinisikan oleh pola kutubnya. Terdapat tiga pola kutub utama: Omnidirection (atau omni), cardioid (atau unidirectional) dan figure-of-eight. Beberapa mikrofon kapasitor memiliki tombol yang dapat mengganti pola kutub. Pengetahuan untuk menerapkan pola kutub sangat penting untuk proses perekaman musik band di rumah.

Mikrofon omnidirectional menerima suara dengan sama baiknya dari segala arah dan cenderung memiliki suara yang sangat alami.

Mikrofon unidirectional menerima suara terutama dari satu arah. Beberapa setting width (lebar) dari pola cardioid tersedia di mana pengaturan yang lebih sempit biasanya disebut hyper-cardioid atau super-cardioid. Sebagian besar vokal studio rekaman rumahan direkam menggunakan pola cardioid dengan diafragma besar, yaitu mikrofon kapasitor. Mayoritas moving coil dynamic mic memiliki pola kutub unidirectional.

Mikrofon dengan pola figure-of-eight memiliki sensitivitas yang sama tingginya baik di depan maupun di belakang mikrofon namun sama sekali tidak sensitif pada off-axis 90 derajat. Mikrofon figure-of-eight sering digunakan untuk berbagai aplikasi spesialis. Mikrofon ini menjadi sangat membantu di mana tumpahan suara dari arah tertentu perlu dihindari. Pada dasarnya, Anda hanya perlu membidik 90 derajat ke arah suara yang tidak ingin Anda rekam untuk ‘mematikan’ suara tersebut. Sebagian besar mikrofon pita memiliki pola kutub figure-of-eight.

Proximity Effect

Semua mikrofon arah konvensional menunjukkan efek yang disebut proximity effect (efek kedekatan). Efek ini menghasilkan dorongan bass yang signifikan ketika mikrofon digunakan dengan sumber suara yang lebih dekat dari 150mm atau lebih. Hanya mikrofon pola omni dan mikrofon cardioid khusus yang menggabungkan inovasi desain canggih yang bebas dari efek tersebut.

Presence Peak

Respon frekuensi mikrofon yang sangat akurat akan datar di seluruh rentang pendengaran manusia. Beberapa mikrofon pengukuran yang lebih canggih berada sangat dekat dengan pikiran ideal ini. Namun, untuk perekaman musik dan vokal secara khusus, mikrofon sering dirancang untuk menekankan bagian-bagian spektrum audio yang membantu membuat vokal terdengar lebih cerah atau lebih lapang. Istilah ‘Presence Peak’ sering digunakan untuk menggambarkan wilayah di mana frekuensinya didorong. Tidak ada suara vokal yang benar ataupun salah bagi mikrofon vokal — yang paling penting adalah memilih mikrofon yang sesuai dengan suara yang direkam pada level artistik. Saat perekaman musik band di rumah, pertimbangkan lingkungan akustik studio sebagai bagian dari pilihan mikrofon Anda.

band recording

Kesimpulan

Merekam seluruh musik band di studio rumahan Anda bisa tampak seperti tugas yang menakutkan. Namun, dengan sedikit panduan dan beberapa alat musik strategis, Anda akan cepat menyadari bahwa itu adalah tujuan yang sangat mungkin dicapai. Bila Anda telah mengikuti saran dalam panduan ini, Anda akan baik-baik saja dalam perjalanan untuk merekam trek demo Anda berikutnya di studio rumahan Anda sendiri!!

Kumpulan Artikel Terkait

HEADPHONE APA YANG TEPAT UNTUK SAYA?
KELAS MASTER V-DRUMS: MEREKAM TD-30 ANDA
MEREKAM DAN MEMADUKAN VOKAL: DASAR PENGETAHUAN

Produk Terkait

Studio Capture

Related Posts

'How To' Articles

Tips Rekaman Bagian 1 –Tinjauan Umum

Ilustrasi Tinjauan Umum Tips Merekam Musik: SONAR Menciptakan Perilisan Rekaman Musik Berkualitas Peralatan Musik Terjangkau Penulis: Pemimpin Redaksi, Paul White untuk Sound on Sound dan Roland UK

Read More »
Perekaman Musik dari A-Z
'How To' Articles

Rekaman dari A-Z

Entah itu Absorption (Penyerapan), Diffusion (Difusi), Condensers (Kondenser), Polarity (Polaritas) or Phase (Fase),istilah-istilah perekaman musik ini bisa membingungkan. Kami telah mengumpulkan berbagai sumber daya dalam

Read More »
Scroll to Top

SIGN UP TO DOWNLOAD
THIS TD-50 CUSTOM PATCHES

Created by Roland V-Drums specialist Simon Ayton, these patches were designed using the internal factory sounds and many of the techniques covered in the TD-50 guide. Enjoy exploring the possibilities!